Suara.com - Pejabat Ukraina memperingatkan bahwa “perang belum berakhir” setelah Rusia menarik mundur pasukannya dari Kherson, seiring dengan perayaan kemenangan yang dilakukan warga Ukraina akhir pekan ini.
Warga bersorak sorai menyambut pasukan Ukraina di Kherson – satu-satunya ibu kota daerah yang dikuasai oleh Moskow sejak Februari silam – pada Jumat (11/10).
Pemandangan yang sama juga dilaporkan di sejumlah wilayah di Ukraina, seperti di ibu kota Kyiv dan Odesa.
Namun, kendati ambisi Rusia untuk menguasai Ukraina berhasil dipatahkan, para pejabat tetap waspada.
Penasehat menteri pertahanan Ukraina, Yuriy Sak, mengatakan kepada BBC bahwa saat ini “terlalu dini untuk bersantai”.
“Kami selalu yakin kami dapat membebaskan Kherson,” katanya kepada program Radio 4 BBC.
Baca juga:
- Warga Ukraina merayakan pembebasan Kherson, Rusia tarik mundur 30.000 tentara
- AS perkirakan 200.000 tentara tewas di pihak Rusia dan Ukraina, Moskow umumkan mundur dari Kherson
- Perang Ukraina: Pejabat berwenang peringatkan warga segera evakuasi jika listri padam
“Dan kami percaya diri bahwa kini Rusia mulai meyakini bahwa mereka tak akan bisa memenangkan perang ini. Kami menyaksikan kepanikan mereka. Kami menyaksikan betapa paniknya mesin propaganda mereka.
“Tentu saja, ini adalah momen yang sangat penting, tapi… perang belum benar-benar berakhir.”
Baca Juga: Pasukan Ukraina Kembali Kuasai Kota Kherson usai Militer Rusia Mundur
Saat ini, Kherson kekurangan pasokan air bersih, obat-obatan dan makanan. Pasokan darurat mulai berdatangan dari kota tetangga, Mykolaiv, menurut ajudan wali kota Kherson, Roman Golovnya.
Golovnya berkata saat ini hanya ada sekitar 70.0000 hingga 80.000 penduduk Kherson, sedangkan sebelum perang kota itu ditinggali 320.000 jiwa.
Presiden Ukraina Volodymir Zelensky mengemukakan bahwa “sebelum melarikan diri dari Kherson, para penjajah menghancurkan seluruh infrastruktur penting – komunikasi, pasokan air, dan listrik".
Belum jelas kapan listrik di kota itu akan kembali pulih – sedangkan wilayah-wilayah terdekat diperkirakan akan kembali dialiri listrik dalam waktu beberapa hari ke depan.
Pemadaman listrik ini membuat sejumlah toko roti di Kherson berhenti memproduksi roti.
Zelensky menambahkan pasukan Ukraina telah memulai tugas besar untuk membongkar ranjau dan jebakan yang dipasang oleh Rusia di Kherson dan sekitarnya.
Sementara itu, televisi Ukraina telah melanjutkan siaran di wilayah tersebut – sumber utama bagi banyak warga Ukraina.
Penasehat menteri pertahanan Ukraina, Yuriy Sak, memperingatkan risiko serangan rudal yang kemungkinan terus terjadi – sama seperti yang diungkapkan oleh kepala militer Kyiv, Oleksiy Kuleba.
Rusia terus menembakkan rudal yang menyasar infrastruktur energi milik Ukraina dalam beberapa pekan terakhir, sehingga mengganggu pasokan energi negara itu.
Kuleba mengatakan kepada BBC: “Selama sebulan terakhir… kami telah serangan besar-besaran terhadap permukiman penduduk di Ukraina. Sekarang saya ingin mengatakan bahwa ancaman serangan roket di wilayah Kyiv tetap tinggi.
Sementara itu, mantan kepala Dewan Keamanan Nasional Ukraina, Oleksandr Danylyuk, memperingatkan bahwa pasukan Rusia yang telah mundur dari Kherson akan menyeberangi sungai Dnipro untuk "melakukan pertahanan".
Dia mengatakan kepada BBC, "itu akan menempatkan mereka [pada] posisi yang menguntungkan".
Baca juga:
- Perang Ukraina: Mesin pencarian internet yang 'memanipulasi' kekejaman Kremlin
- Perang Ukraina: Bagaimana Rusia menggunakan drone kamikaze untuk menggempur Kyiv?
- Perang Ukraina: Siapa dan apa yang menyebabkan ledakan di jembatan Krimea?
Moskow mengatakan sekitar 30.000 personel telah dibawa keluar dari daerah itu, bersama dengan sekitar 5.000 perangkat militer, persenjataan dan aset lainnya.
Seperti yang ditunjukkan oleh editor internasional BBC, Jeremy Bowen, keputusan untuk menarik diri "telah menyelamatkan nyawa tentara yang mungkin tewas dalam pertempuran yang tidak bisa mereka menangkan" dan memungkinkan mereka untuk ditugaskan di tempat lain di negara itu.
Kementerian Pertahanan Inggris mencatat pada hari Sabtu (12/11) bahwa "sangat mungkin" pasukan Rusia menghancurkan jembatan jalan dan rel di atas sungai Dnipro sebagai bagian dari upaya mundur mereka.
Sebuah foto yang menampilkan keruntuhan Jembatan Antonivksy – yang menjadi sarana penyeberangan utama – muncul pada hari Jumat (11/11). Masih belum jelas bagaimana kerusakan itu terjadi.
Pada Sabtu (12/11) pagi, foto lain muncul menunjukkan kerusakan bendungan Nova Kakhovka, sekitar 58 km timur laut kota Kherson.
Perusahaan citra satelit AS Maxar menulis unggahan via Twitter bahwa "bagian bendungan dan pintu air" telah dihancurkan.
Sebuah jalan raya dan jalur kereta api melintasi bendungan dan foto dari Maxar menunjukkan bahwa sarana infrastruktur itu telah terputus.
Adapun rekaman video yang diverifikasi oleh BBC, menunjukkan ledakan besar di salah satu ujung bendungan.
Ukraina dan Rusia menuduh satu sama lain berencana untuk membobol bendungan dengan bahan peledak, yang meningkatkan ancaman banjir di wilayah Kherson.
Penarikan pasukan berarti Rusia telah kehilangan ibu kota administratif salah satu dari empat wilayah yang dianeksasi secara ilegal pada bulan September.
Pada Sabtu (12/11), Moskow mengumumkan kota pelabuhan bernama Henichesk – yang terletak lebih dari 200 km tenggara Kherson, dekat Krimea yang diduduki Rusia – akan menjadi ibu kota pengganti sementara.
Kantor berita Rusia Interfax mengatakan pihak berwenang mengevakuasi semua kantor regional, serta "patung dan artefak bersejarah", dari tepi barat sungai Dnipro - yaitu dari kota Kherson dan sekitarnya.
Lebih dari 115.000 orang dievakuasi dari daerah itu, lapor Interfax.
Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, mengatakan penarikan pasukan Rusia dari Kherson menandai "kegagalan strategis lainnya" bagi Moskow.
"Pada bulan Februari, Rusia gagal mencapai salah satu tujuan utamanya kecuali Kherson," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Sekarang dengan penarikan pasukan di sana, warga Rusia pasti bertanya pada diri sendiri: 'Untuk apa semua ini?'
Berita Terkait
-
Trump 'Ngebet' Caplok 4 Juta Barel Minyak Venezuela, China dan Rusia Geram
-
Sedan Mewah BMW Disulap Jadi Senjata Mematikan di Perang Rusia vs Ukraina, Ini Penampakannya
-
Sinyal Kuat dari Kremlin: Putin Jawab Langsung Undangan Prabowo, Siap Datang ke Indonesia
-
Prabowo Ungkap Alasan Sebenarnya di Balik Kunjungan ke Moskow Bertemu Putin
-
Usai dari Pakistan, Prabowo Lanjut Lawatan ke Moscow, Bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Malam Tahun Baru Memanas, Tawuran Remaja Nyaris Meletus di Flyover Klender
-
Agar Negara Tak Dicap Merestui Pembungkaman Kritik, Teror ke DJ Donny dan Aktivis Lain Harus Diusut
-
Tahanan Demo Agustus 2025 Meninggal di Rutan Medaeng, Mantan Napol Desak Investigasi Independen!
-
Kebakaran Rumah Kosong di Jagakarsa Saat Warga Sambut Tahun Baru 2026
-
Kemdiktisaintek Rilis Aturan Baru No 52 2025, Jamin Gaji Dosen Non-ASN
-
Pasukan Orange Tuntaskan Bersih-Bersih Sisa Perayaan Tahun Baru Sebelum Subuh
-
Banjir dan Longsor Lumpuhkan Kehidupan Anak di Tapanuli Tengah
-
Pendidikan Pascabencana di Sumatra: Ketika Sekolah Dibuka Kembali, Siapkah Anak-Anak Belajar?
-
Tragedi di Labuan Bajo, Mengapa Kapal Pinisi Mudah Tenggelam saat Cuaca Ekstrem?
-
Kejar Target 3 Juta Hunian, Presiden Prabowo Siapkan Lembaga Percepatan Pembangunan Perumahan