Suara.com - Pada KTT B20, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan Google Cloud telah menyepakati kolaborasi strategis multi tahunan untuk mewujudkan visi Telkom menjadi perusahaan telekomunikasi digital terkemuka yang memajukan masyarakat. Dengan menggabungkan kompetensi utama dari Google Cloud dan memanfaatkan kemampuan tambahan di Android, Google Ads, dan Grow with Google, Telkom ingin memainkan peran integral dalam mendukung Indonesia Digital 2024 dan mendukung perusahaan meraih peluang pertumbuhan inklusif dalam ekonomi digital yang bernilai 130 miliar Dolar AS pada tahun 2025.
“Di Telkom, kami memiliki tanggung jawab untuk membangun infrastruktur dan platform digital cerdas yang dapat diakses oleh semua masyarakat, sehingga berkontribusi pada pembangunan bangsa, sekaligus memfasilitasi digitalisasi di seluruh industri,” kata Muhamad Fajrin Rasyid, Direktur Bisnis Digital, Telkom Indonesia.
“Telkom bekerja sama dengan mitra-mitra strategis untuk mendukung terwujudnya amanat nasional ini. Google dipilih atas pengalamannya yang luas dalam membangun platform dan ekosistem terpercaya di seluruh dunia.
Kemitraan ini, dengan memanfaatkan keunggulan utama kedua perusahaan akan memperkuat kemampuan kami untuk menciptakan ekosistem digital terkemuka dengan talenta dan solusi yang tepat untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu ekonomi paling kompetitif di dunia,” tambahnya.
“Sangat penting bahwa kami berinvestasi dalam membangun kemampuan digital guna memperkuat tujuan bersama untuk pulih lebih kuat dari dampak pandemi global, dan menciptakan fondasi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Megawaty Khie, Country Director, Indonesia, Google Cloud.
“Bersama dengan Telkom, kami bertujuan untuk membina talenta yang terampil dalam memanfaatkan teknologi cloud dan konektivitas untuk menciptakan solusi terbaik di kelasnya. Ini akan mendukung transformasi digital di setiap industri, baik itu untuk memberikan layanan publik yang berpusat pada masyarakat dan sistem kesehatan yang adil, atau mendorong inklusi keuangan dan efisiensi produksi manufaktur," katanya lagi
Kolaborasi tersebut mencakup empat strategi penting:
1. Mempercepat transformasi digital di seluruh industri: Google Cloud dan Telkomsigma, anak usaha Telkom untuk layanan IT Services, akan bermitra untuk mempercepat digitalisasi di sektor-sektor prioritas utama sesuai Peta Jalan Indonesia Digital 2024. Telkomsigma akan melaksanakan modernisasi infrastruktur yang dikembangkan bersama, modernisasi aplikasi, analisis data, serta solusi produktivitas dan kolaborasi guna membantu mengatasi tantangan spesifik yang dihadapi perusahaan dan komunitas.
2. Menjembatani kesenjangan talenta digital nasional: Telkom dan Google Cloud akan mendirikan Cloud Center of Excellence (CCoE) yang terdiri dari ahli cloud architecture, edge computing, manajemen data, dan modernisasi aplikasi. Dengan memfasilitasi program peningkatan keterampilan dan sertifikasi internal melalui kurikulum yang digunakan Google untuk melatih ahli teknisnya di seluruh dunia, CCoE akan menginspirasi seluruh anak perusahaan dan unit bisnis Telkom.
Untuk menjawab kebutuhan Indonesia akan keterampilan digital tingkat lanjut yang semakin meningkat, CCoE akan bermitra dengan Telkom CorpU-ITDRI (Indonesia Telecommunications and Digital Research Institute), pusat pengembangan talenta digital dan penguatan kemampuan organisasi untuk menghasilkan inovasi terdepan untuk menawarkan program pelatihan yang fleksibel melalui beasiswa Google Career Certificate. Program-program ini memungkinkan masyarakat Indonesia memperoleh keterampilan siap kerja dan mengejar karier di bidang analisis data, IT, manajemen proyek, dan desain pengalaman pengguna (UX).
Baca Juga: Telkom Restorasi Sampah Elektronik untuk Dukung Pengembangan Sektor Pendidikan Digital bagi Pelajar
Selain itu, Telkom berencana untuk memberikan bimbingan dan kesempatan kerja bagi lulusan program Bangkit Google yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan membekali mahasiswa dengan pelatihan machine learning (ML), cloud computing, pengembangan aplikasi perangkat mobile, serta soft skill untuk membantu mereka mendapatkan pekerjaan di bidang yang dibutuhkan dan membangun karier setelah mereka lulus.
3. Memberdayakan startup Indonesia untuk berkembang dan berskala global: Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 2.400 startup, menjadikannya sebagai ekosistem startup peringkat keenam terbesar di dunia. Untuk membantu lebih banyak startup tahap awal di Indonesia dalam membangun dan meningkatkan bisnis inovatif mereka, anak perusahaan modal ventura Telkom akan bekerja sama dengan Google for Startups Cloud Program untuk membantu menghubungkan startup dengan dukungan teknis, bisnis, dan keuangan yang lebih besar.
Melalui Program Cloud Google for Startups, startup yang memenuhi syarat dapat menerima hingga 200.000 Dolar AS Google Cloud dan Firebase hingga dua tahun. Startup dalam program ini juga dapat menerima akses ke teknisi dan ahli Google Cloud di seluruh Google, serta diundang ke berbagai lokakarya dan acara.
4. Menghadirkan infrastruktur cerdas dan layanan digital berkualitas tinggi: CCoE akan mengintegrasikan infrastruktur Google Cloud yang berkelas, aman, dan ramah lingkungan, serta alat analitik dan kecerdasan buatan (AI) canggih dengan infrastruktur jaringan dan konektivitas Telkom yang luas untuk meningkatkan layanan digital berkualitas kepada konsumen lokal di area metro dan non-metro, serta segmen pasar enterprise.
Google Cloud berencana menjajaki peluang menggunakan infrastruktur Telkom dan Telkom juga dapat mengeksplorasi berbagai inisiatif inovasi dengan tim Android Google, untuk mengembangkan kerja sama dalam rangka memperkaya pengalaman pelanggan.
Berita Terkait
-
Indosat-Telkom Kolaborasi Percepat 5G, IoT, dan Metaverse di Indonesia
-
Telkom Indonesia dan Indosat Ooredoo Hutchison Kolaborasi Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
-
Telkom Fokuskan Progam Inkubasi bagi Startup dan UMKM
-
Jelang KTT G20, Telkom Gelar Apel untuk Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Telekomunikasi
-
Telkom Beri Solusi Inovatif untuk Perkuat Kapabilitas dan Kompetensi Digitalisasi UMKM
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan