Suara.com - Misteri kematian Margaretha sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat, belum terpencahkan. Petugas kepolisian masih merangkai temuan-temuan dari lapangan.
Disaat bersamaan, banyak rumor bermunculan di tengah masyarakat. Salah satunya yakni tentang sekte atau aliran sesat.
Salah satu sepupu Margaretha, Melilani (67) mengatakan, semasa dulu Margaretha masih tinggal di Gang Lilin, Gunung Sahari, mereka sering bercengkrama bersama.
Termasuk pergi ke gereja. Meskipun gereja mereka tidaklah sama.
"Pernah kan satu rumah. Tapi beda gereja. Tapi sama-sama di Gunung Sahari," ungkapnya saat ditemui di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2022).
Saat disinggung lebih dalam, ke gereja mana Margaretha biasa beribadah, Mei tidak bisa menjelaskan. Ia mengaku kurang mengetahui gereja yang sering didatangi oleh sepupunya itu.
"Gak tahu kan gereja di Gunung Sahari gak cuma satu. Banyak kan," katanya.
Sementara itu, mantan Ketua RT setempat, M Mundji (71) mengatakan, hampir tidak ada perayaan setiap Natal atau Imlek di keluarga Margaretha.
Adapun, rumah yang di tempati Margaretha saat itu di Gang Lilin 11, merupakan rumah orangtua dari suaminya, Rudyanto yakni Tan Giok Tjin.
Rumah yang berada dalam gang ini sama sekali tidak tampak lampu-lampu hiasan khas perayaan Natal. Semua seperti biasa saja.
Ornamen salib di dalam ruangan rumah tersebut juga tidak ditemui oleh Mundji.
"Gak pernah. Saya kan pernah masuk ke dalam, saat itu dipanggil sama Pak Tan," kata Mundji, Rabu.
Mundji mengatakan, kehidupan keluarga tersebut sangat tertutup. Terlebih saat Tan Giok sakit-sakitan.
Ia biasa menjalin komunikasi dengan Tan Giok karena saat itu, sebagai Ketua RT, Mundji sering dimintai tolong.
"Kalau sama Pak Tan saya masih sering ngobrol. Tadi kalau sama anak-anaknya, gak pernah sama sekali. Padahal saya sama Rudy kan sebaya," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Satpam Ditemukan Tewas di Kontrakan Kalideres, Kondisi Tubuh Membiru
-
Hujan Deras Kepung Jakarta, 48 RT Masih Terendam Banjir Hingga Minggu Siang
-
Ramai Kasus Aurelie Moeremans, Bagaimana Tata Cara Menikah di Gereja Katolik?
-
Bejat! Modus Pedagang Takoyaki Ajak Anak 11 Tahun Naik Sepeda, Berakhir Dicabuli di Kalideres
-
Modus Jemput Pakai Sepeda Mini, Pedagang Takoyaki di Kalideres Tega Cabuli Bocah di Bawah Umur
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Kemensos Terus Suplai Logistik dan Buka Posko Kesehatan Korban Longsor Cisarua
-
Setelah Ciliwung, Pramono Anung Kebut Normalisasi Kali Cakung Lama Demi Tangkal Banjir Jakarta
-
Si Jago Merah Mengamuk di Kedubes Italia Menteng, Petugas Berjibaku Padamkan Api di Ruang Server
-
SPI Jambi Sebut Reforma Agraria Era Prabowo seperti 'Cuaca Mendung: Birokrasi Lemah
-
Pramono Anung Putuskan Bangun Waduk Demi Tekan Luapan Kali Angke
-
PAN Dukung Ambang Batas Parlemen Dihapus Hingga Usul Fraksi Dibatasi
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Merasa Ada yang Memanfaatkan dan Jual Namanya dalam Kasus Suap Ijon Proyek
-
Wamensos Agus Jabo Salurkan Bantuan ATENSI di Desa Pilot Project Gambuhan Pemalang
-
Pekik Syukur dan Tangis Haru Pecah di PN Jakut Usai Hakim Bacakan Vonis Pendemo Agustus
-
Pembangunan Sekolah Rakyat di Tengah Sekolah Rusak: Solusi atau Salah Prioritas?