Suara.com - Terkurung sekitar 48 jam di reruntuhan rumah orang tuanya yang ambruk, seorang bocah berusia enam tahun ditemukan dalam kondisi selamat di sebuah desa yang luluh lantak akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Azka Maulana Malik, nama bocah itu, selamat karena tidak tertimpa tembok yang runtuh.
Namun ibunya, Eti Suryati, dan neneknya ditemukan meninggal dunia di lokasi yang sama.
Pada Rabu (23/11), Azka berhasil diselamatkan tim evakuasi di dalam reruntuhan rumahnya di Desa Rawa Cina, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.
"Beri ruangan, beri ruangan kasih jarak, kasih jarak kasih napas pak, oksigen pak," kata tim evakuasi gabungan secara bergantian ketika Azka berhasil dikeluarkan dari puing-puing bangunan.
Tubuh anak berusia enam tahun itu terlihat dipenuhi debu dari reruntuhan. Pakaiannya juga kotor. Namun, tidak terdengar tangisan saat dia dievakuasi.
Baca juga:
- Gempa Cianjur: Korban meninggal bertambah menjadi 271 orang, tim SAR fokus evakuasi korban di bawah reruntuhan
- 'Kami butuh makanan dan popok bayi' - Kisah dari desa yang terisolasi dan berantakan akibat gempa Cianjur
"Korban sudah bersama tim medis, belum bisa berbicara, terlihat trauma," kata Jackson Kolibu, relawan Tim Reaksi Cepat Radio Antar Penduduk Indonesia (TRC RAPI), yang mengirimkan video evakuasi Azka kepada BBC News Indonesia, Rabu (23/11).
Paman Azka, Wahyudi, mengatakan kondisi Azka sehat. Bahkan anak kecil itu tidak terluka.
"Dampak tiga hari tiga malam nggak makan nggak minum, sakit perutnya, katanya. Cuma kalau kondisi badan dalam dan luar, nggak ada luka. Itu dokter bedah yang ngomong tadi," papar Wahyudi kepada wartawan BBC News Indonesia Muhammad Irham, yang berada di lokasi kejadian.
Wahyudi memiliki peran penting dalam proses evakuasi Azka. Dia memang tidak tinggal di Cugenang karena bekerja di Tangerang, tetapi laki-laki berusia 29 tahun itu hafal kebiasaan keluarganya, termasuk keponakannya Azka.
Dia menunjukkan tempat Azka biasanya berada saat di rumah, kepada tim SAR.
"Saya bilang 'depan ini, depan teras, ini tempat warung, terus ini kamarnya, barangkali di sini'. Eh tahunya benar. Pas ditunjuk di situ, memang di situ ada," ujar Wahyudi.
Dia sangat bersyukur menemukan keponakannya ditemukan dalam kondisi hidup, meski anggota keluarga yang lain meninggal dunia.
Azka ditemukan di sebelah neneknya yang juga tertimpa reruntuhan. Namun, neneknya meninggal dunia.
Bibi Azka, Rizma Sari, mengatakan ibu dan kakaknya--yang merupakan nenek dan ibu Azka--meninggal dunia akibat gempa magnitudo 5,6 pada Senin (21/11) lalu.
"Ibu saya nggak ketolong, sudah ketemu tapi dalam keadaan tidak bernyawa, sama kakak saya [juga tidak bernyawa]," kata Rizma.
Ibu Azka, yang merupakan kakak Rizma, ditemukan meninggal dunia sehari sebelumnya, yaitu pada Selasa (22/11).
Meski kala itu Rizma menemukan fakta bahwa kakaknya sudah tiada, dia berharap Azka dan ibunya yang masih hilang bisa ditemukan dengan selamat.
Sampai hari ketiga pascagempa, harapan Rizma masih besar.
"Karena dengar dari tetangga-tetangga, dari teman juga ada, waktu itu ibu katanya ke sawah. Saya berharap semuanya selamat, mengungsi," ujar Rizma.
Namun, harapan Rizma pupus karena ibunya ditemukan tak bernyawa.
Di sisi lain, dia bersyukur karena ayahnya dan keponakannya yang lain, Eza, ditemukan selamat.
"Bapak dan keponakan saya Eza sudah aman, ada di rumah keluarga di Ciranjang," ujar dia.
Syamsul Hadi, 43 tahun, guru agama dan sosok yang dituakan di Kampung Rawa Cina, termasuk orang yang semula meyakini Azka bakal tidak tertolong.
"Karena secara logika, kalau menurut ukuran manusia, sudah tidak mungkin [hidup]," kata Hadi.
Apalagi, jenazah ibunya ditemukan sehari sebelumnya, yaitu Selasa (22/11). Bagi orang kebanyakan, tidak terpikir bahwa Azka bakal selamat.
Tapi, "Azka tertimbun dua hari satu malam, ketemu di hari ketiga, masih hidup. Itulah kekuasaan Allah," ujar Hadi kepada wartawan BBC News Indonesia, Muhammad Irham, di lokasi pengungsian.
Ayah Azka, M.Eka, yang sedang berada di luar kota saat gempa mengguncang, juga semula pasrah akan nasib anaknya itu.
"Dia sudah memperkirakan anaknya meninggal di hari pertama. 'Sudah tidak mungkin kang', katanya kepada saya. Kalimat mustahil sudah keluar dari mulut ayahnya," tutur Hadi.
"Tapi ternyata di hari ketiga, Allah menunjukkan kuasanya," kata guru agama tersebut.
Keberhasilan tim SAR menyelamatkan Azka dari reruntuhan disambut suka cita dan rasa syukur warga desa.
Nama Azka, dan kisah penyelamatannya, kemudian menjadi pemberitaan media massa nasional.
Desa Rawa Cina, yang terletak di Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, pada hari kedua setelah gempa, nyaris belum mendapat perhatian otoritas terkait.
"Desa ini memang terisolir, belum terjangkau. Selasa kemarin masih sepi, tapi sekarang [Rabu] banyak orang datang," kata Jackson Kolibu, relawan Tim Reaksi Cepat Radio Antar Penduduk Indonesia (TRC RAPI).
"Sebelumnya kita kekurangan alat untuk evakuasi, tapi hari ini [Rabu], ada bantuan dari Basarnas, TNI dan Brimob," tandasnya.
Berita Terkait
-
Yang Tersisa dari Gempa Venezuela, Kamar Mayat Penuh Hingga Ibu Masih Cari Jasad Anaknya
-
Gempa Kumamoto Jepang Tewaskan 38 Orang, Lumpuhkan Pasokan Air Ribuan Rumah
-
Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup
-
Korban Gempa Bumi Venezuela Melonjak, 60 Ribu Orang Dirawat di Rumah Sakit
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!