Suara.com - Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menepis tudingan menerima uang suap dari tambang ilegal di Kalimantan Timur. Hal ini bermula dari pernyataan Hendra Kurniawan, tersangka kasus pembunuhan Brigadir J yang mengungkap adanya laporan dugaan keterlibatan Agus Andrianto dalam tambang ilegal di Kalimantan Timur. Dalam pernyataannya, Agus disebut menerima setoran sebagai uang koordinasi.
Ferdy Sambo juga mengatakan pada wartawan di PN Jaksel bahwa ia meneken surat laporan penyelidikan saat masih menjabat Kadiv Propam. Dalam laporan itu, Agus disebut menerima uang koordinasi Ismail Bolong senilai Rp2 miliar setiap bulannya sebanyak 3 kali sehingga totalnya Rp6 miliar.
Lantas siapa sebenarnya Agus Andrianto? Simak profil Komjen Agus Andrianto berikut ini.
Profil Komjen Agus Andrianto
Agus Andrianto lahir pada 16 Februari 1967 (kini berusia 55 tahun) di Blora, Jawa Tengah. Ia punya rekam jejak mumpuni di bidang reserse yakni bidang kepolisian yang bertugas mencari informasi rahasia.
Agus merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1989 yang mengawali karier kepolisian sebagai Perwira Samapta di Polre Dairi, Sumatera Utara pada tahun 1990. Dua tahun berselang tepatnya pada 1992, Agus Andrianto diangkat menjadi Kapolsek Sumbul, Sumatera Utara.
Sejak saat itu, jabatan Agus Andrianto terus meningkat dan sempat berpindah-pindah tempat. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Kasat Serse Poltabes Medan pada 1999, Perwira Menengah Polda Jatim pada 2005 sampai jadi Kabag Reserse Mobile Biro Pembinaan Operasi Bareskrim pada 2011.
Kemudian pada 2015, Agus Andrianto juga menjabat sebagai Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan di Badan Narkotika Nasional atau BNN. Ia kemudian menjadi Kepala Bahan Pemeliharaan Keamanan Polri pada 2019 sebelum akhirnya dilantik sebagai Kabareskrim pada 24 Februari 2021.
Posisi Kabareskrim sempat mengalami kekosongan selama satu bulan sebelum dijabat oleh Agus Andrianto. Sebelumnya, jabatan itu diduduki oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang kemudian dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021.
Bantahan Komjen Agus Andrianto Terlibat Suap Tambang Ilegal di Kaltim
Agus Andrianto menyebut pernyataan Hendra Kurniawan yang merupakan mantan Karo Paminal Divpropam Polri itu hanyalah pengalihan isu. Ia malah balik menuduh mereka yang terlibat suap.
"Jangan-jangan mereka yang terima, dengan tidak teruskan masalah, lempar batu untuk alihkan isu," kata Agus saat dimintai konfirmasi pada Jumat (25/11/2022).
Agus Andrianto lalu menyebut keterangan saja tidak cukup untuk membuktikan ia benar terlibat atau tidak. Ia berbicara soal integritas Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan.
"Keterangan saja tidak cukup, tanya ke anggota di jajaran kelakuan HK dan FS. Kenapa kok dilepas sama mereka kalau waktu itu benar?" ujarnya.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Kabareskrim Serang Balik Ferdy Sambo dan Hendra: Jangan-jangan Mereka yang Terima Setoran Tambang Ilegal
-
Makin Panas! Kabareskrim Tuding Balik Geng Sambo Terima Duit Setoran Ismail Bolong: Mereka Lempar Batu Alihkan Isu
-
Berbalik, Ferdy Sambo dan Anak Buahnya Dituduh Kabareskrim Terima Duit Setoran Tambang Ilegal, Ini Buktinya
-
Sederet Fakta Pengakuan Hendra Kurniawan Soal Setoran Tambang Ilegal Ismail Bolong: Eks Kapolda Kaltim Juga Terlibat
-
Terpopuler: Lesti Kejora Dikabarkan Nyumbang Korban Gempa Cianjur Rp 500 Juta, Putri Candrawathi Tak Patuh Ferdy Sambo
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG