Suara.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota DPR RI dari masing-masing fraksi yang dianggap paling aktif hingga paling vokal.
Ketua MKD DPR RI, Adang Darajatun, mengatakan bahwa MKD Awards bukanlah ajang pencarian bakat atau pemberian kalkulatif sebagaimana penilaian kontestasi lainnya. Namun, menurutnya, penghargaan yang diberikan didasarkan pada penilaian etis yang diyakini akan berdampak baik pada kinerja kelembagaan DPR.
"Sebagai pembuktian bahwa mereka yang terpilih sejatinya adalah mereka yang memang sejak awal terpilih oleh rakyat sebagai figur yang mampu menyalurkan suara mereka dalam ruang yang etis, bukan sekadar ruang kalkulatif," kata Adang di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (12/12/2022).
Ia mengeklaim ajang MKD Awards tersebut bahkan bisa menjadi bagian dari sistem pengawasan internal.
"Mengawasi perilaku anggota DPR RI sebagai tugas MKD tidak hanya dilakukan berdasarkan pengadilan atau peristiwa dengan pelanggaran kode etik karena itu menempatkan MKD sebagai lembaga yang pasif. Sementara itu, penegakan etik bermakna sebagai bentuk upaya dan berkelanjutan," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MKD DPR RI, Habiburokhman, mengatakan para anggota DPR RI yang mendapat penghargaan dinilai dari sisi kehadiran, keaktifan, hingga kevokalan.
"Kita juga harus mempertimbangkan sisi sebaliknya, anggota DPR memaksimalkan tupoksinya (tugas pokok dan fungs) tentu layak mendapat penghargaan, untuk memacu teman-teman lain memaksimalkan tupoksinya. Tentu, tidak ada yang tidak sepakat karena mereka pantas mendapatkannya, terutama dari segi kehadiran, keaktifan, dan kevokalannya," tuturnya.
Sementar itu, Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menyatakan penegakan etika tidak cukup hanya diemban MKD. Menurutnya, penegakan etika adalah ikhtiar bersama yang didasari atas kesadaran kolektif sebagai wakil rakyat baik secara personal maupun secara institusional.
"Bahu membahu dalam memaknai pentingnya kesadaran etis kelembagaan adalah upaya tidak sederhana, melainkan harus berkesinambungan terus menerus, saling menjaga, dan mengingatkan," kata Cak Imin.
Nama-nama pemenerima penghargaan 'para pejuang etika lembaga DPR RI' fraksi PDI Perjuangan, yaitu Masinton Pasaribu, Arya Bima, dan Ono Surono.
Sementara itu, dari Golkar adalah Adies Kadir, Kahar Muzakir, dan Ahmad Doli Kurnia.
Lalu, penerima penghargaan dari fraksi Partai Gerindra adalah Andre Rosiade, Novita Wijayanti, dan Andi Iwan Darmawan Aras serta dari fraksi Partai Nasdem adalah Ahmad Sahroni, Felly Estelita Runtuwene, dan Taufik Basari.
Sementara itu, penghargaan untuk fraksi PKB diberikan kepada Daniel Johan, Jazilul Fawaid, dan Luluk Nur Hamidah. Lalu, fraksi Partai Demokrat adalah Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Anwar Hafidz, dan Irwan.
Selanjutnya, penerima penghargaan dari fraksi PKS adalah Mahfudz Abdurrahman, Toriq Hidayat, dan Hidayatullah. Kemudian, untuk fraksi PAN diberikan kepada Desy Ratnasari, Guspardi Gaus, dan Zainuddin Maliki.
Yang terakhir, dari fraksi PPP adalah Arsul Sani, Achmad Baidowi, dan Amir Uskara.
Berita Terkait
-
Buntut Walk Out di Rapat Paripurna, Anggota DPR Iskan Qolba Lubis Dilaporkan ke MKD
-
Nilai Tak Ada Pelanggaran, MKD Setop Pengaduan Terhadap Bambang Pacul karena Pemecatan Aswanto
-
Pemecatan Hakim Konstitusi Aswanto Langgar Etik dan Intervensi MK, Ketua Komisi III Dilaporkan ke MKD DPR
-
TERUNGKAP! Isu Pamdal Titipan Anggota Dewan Benar Adanya, Terbongkar Saat Sidang MKD
-
Minta Daftar Nama Anggota DPR Bandel, MKD Bakal Periksa Sekjen DPR soal Isu Pamdal Titipan Selasa Besok
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan
-
Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah
-
Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026
-
DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan
-
Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?