Suara.com - Vihara Dhamma Sundara adalah rumah ibadah umat Buddha yang terletak di Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Ketika tim media ini tiba di pelataran vihara, disambut dengan bangunan megah dengan suasana yang sepi dan tenang. Tidak tampak hiruk pikuk pengunjung dari masyarakat umum ataupun aktivitas peribadatan yang padat. Hanya terlihat beberapa orang saja yang sedang melakukan meditasi. Vihara ini dibangun diatas tanah yang cukup luas dan pemandangannya pun sangat asri. Bangunan vihara yang menyerupai candi-candi peninggalan sejarah penyebaran agama Buddha di Indonesia. Jika yang berkunjung adalah orang awam, bisa dipastikan akan mengira bangunan mirip candi di vihara ini adalah benda purbakala yang dibuat di era kerajaan.
Jika ingin memasuki ruang utama pada Vihara Dhamma Sundara ini pengunjung akan menjumpai anak tangga yang disetiap sisinya memiliki hiasan patung singa serta patung berkepala manusia yang berbadan burung sedangkan atap bangunan utama vihara tersebut berbentuk limas. Lebih jauh, Romo Sektiono Wirakusalo (64th) Anggota Pandita Muda Maga Budhi, Kota Surakarta menceritakan bahwa vihara ini dibangun pada tahun 2002. Dia menyebutkan ruangan-ruangan dalam vihara ini memiliki multi fungsi. Selain sebagai pusat peribadatan umat Buddha, ada aula serbaguna yang bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan.
“Kami sangat terbuka. Waktu Muktamar Muhammadiyah bulan lalu, ruangan ini digunakan untuk menampung ratusan peserta muktamar. Kami menerima dengan senang hati kedatangan saudara-saudara kami umat muslim. Hal ini membuktikan bahwa penganut agama Buddha sangat menjunjung tinggi rasa persaudaraan antar umat beragama.”, ungkapnya ketika ditemui usai meditasi pada hari Minggu, (11/12/2022) .
Disebutkan oleh Romo Sektiono bahwa dalam agama Buddha, terdapat lima kebajikan yaitu kebersihan, kerapian, kesopanan, ketepatan waktu dan meditasi.
“Kita tidak boleh terpengaruh dengan gerakan radikal arau menebar teror. Hal itu bertolak belakang dengan ajaran Buddha yang selalu mengajarkan belas kasih. Kita harus sopan sehingga terbentuklah hubungan yang harmonis antar sesama,” lanjutnya.
Terkait hal itu, Keizia Pramitha (19th), penganut ajaran Buddha yang berasal dari Sukoharjo Jawa Tengah ini sengaja datang ke Vihara karena untuk mempelajari salah satu ajaran kebajikan yaitu meditasi.
“Dari berbagai kalangan bisa datang ke vihara melakukan meditasi, yoga, ataupun hanya sekedar mau foto-foto juga boleh karena memang bangunannya unik," katanya.
Hal tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh Romo Sektiono yang mengaku selain penganut agama Buddha boleh berkunjung ke vihara untuk mempelajari kebudayaan umat budha namun tidak boleh mencampuri urusan peribadatan.
“Ajaran Buddha sangat mempengaruhi pola kehidupan sosial masyarakat para penganutnya, misalnya saja kebajikan yang pertama yakni kebersihan, tentunya dalam kesehariannya penganut agama yang taat akan menjalankan ini serta tidak menimbulkan ketidaknyamanan pada umat lain karena lingkungan di sekitar yang kotor. Hal ini merupakan bentuk toleransi yang paling mendasar sebelum kita bicara tentang budaya dan adat istiadat”, tuturnya .
Baca Juga: Pantangan yang Tidak Boleh Dilakukan Umat Hindu Bali saat Hari Raya Nyepi
Romo Sektiono mengungkapkan bahwa, jika kebajikan terus menerus dilakukan dengan bersungguh-sungguh maka muncullah kedamaian dan kerukunan.
“Kita harus pandai mengendalikan diri baik perilaku, pikiran, ucapan harus sesuai dengan ajaran Buddha. Jika kita sudah pandai melatih untuk mengendalikan diri kita maka akan tercapai jiwa yang bijaksana. Mari kita ciptakan kedamaian untuk seluruh warga Surakarta pada khususnya dan untuk bangsa Indonesia. Keberagaman ini sudah terjadi di masa lampau, sejak zaman Hindu Budhha namun tradisi tersebut tidak lantas membawa konflik agama namun justru memberikan sumbangsih baru bagi peradaban di masa kini dan yang akan datang.”, pungkasnya.
Seperti yang telah diketahui oleh masyarakat luas, Jawa Tengah merupakan wilayah yang identik dengan peninggalan ajaran Hindu Buddha. Sampai saat ini ajaran-ajarannya masih bisa diamati, dipelajari dan diteliti melalui keberadaan benda-benda bersejarah bercorak Hindu Buddha berupa prasasti, candi, kitab dan arca. Candi Borobudur merupakan salah satu candi yang sangat terkenal yang merupakan peninggalan Buddha pada masa pemerintahan Dinti Syailendra. Kini Candi Borobudur menjadi pusat peribadatan umat Hindu Buddha Indonesia dan dunia.
Berita Terkait
-
Sudah Menunggu Sejak 2010, Inilah Momen Shah Rukh Khan Beribadah Umroh di Tanah Suci
-
Jessica Iskandar Melaspas Rumah Baru di Bali, Minta Doa Agar Berlimpah Rezeki
-
Diduga Pindah Agama ke Hindu Gegara Nikah Pakai Adat Bali, Gilang Bhaskara: Semoga Hari Kalian Menyenangkan!
-
Bioskop di Pura Agung Besakih Jadi Sorotan, Manajemen Angkat Bicara
-
Tilem Kelima, Pura Dalem Harsana Pagesangan Gelar Pujawali Dihadiri Krama 27 Banjar
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Amsal Sitepu Divonis Bebas, Anggota DPR Desak Jaksa Diberi Sanksi Akibat Dakwaan Gagal
-
Jakarta 'Dikepung' Sampah, Pramono Anung: Sebentar Lagi Terselesaikan
-
Surat Keterangan Pendidikan Gibran Digugat, Subhan Palal Sebut Tidak Sah dan Harus Batal Demi Hukum
-
Israel Tolak Ikut Invasi Darat ke Iran, Kemarahan Publik AS Meledak
-
'Sudah Sampai di Situ', Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Lagi Usut Kasus Air Keras Aktivis KontraS
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Apa yang akan Dilakukan Pemerintah Indonesia?
-
Konflik Timur Tengah Ganggu Pariwisata RI, 770 Penerbangan Batal dan Potensi 60 Ribu Wisman Hilang
-
Targetkan 17,6 Juta Wisman di 2026, Menpar Siapkan Strategi Mitigasi di Tengah Gejolak Global
-
Bantah Pernyataan Nadiem, Jaksa Sebut Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan di Pengadaan Chromebook