3. Green Montessori School
Sekolah Green Montessori School menawarkan kurikulum dan metode pembelajaran campuran, antara Kurikulum Nasional dipadukan dengan metode montessori.
Meski biaya masuk SD swasta Green Montessori School terbilang cukup mahal, namun sesuai dengan kualitas pendidikan dan fasilitas yang didapat.
- Booking fee: RP 15.000.000 (sekali bayar di awal pendaftaran)
- Remaining fee: Rp 61.500.000 (sekali bayar di awal pendaftaran)
- Iuran per 4 bulan Rp 11.800.000
- Iuran tahunan: Rp 4.500.000
- Uang seragam: Rp 250.000 - Rp 450.000/ stel
Alamat: l. Duren Tiga Raya No.133, RT.6/RW.6, Duren Tiga, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kontak: 021-798 4851 / 0812-8438-1663
4. Sekolah Kembang
Sekolah Kembang menggunakan kurikulum nasional dengan metode pembelajaran berbasis literatur anak dan proyek. Sekolah ini juga membatasi jumlah siswa maksimal 22 anak dalam setiap kelasnya.
Berbeda dengan sekolah lain, saat pendaftaran pertama orang tua harus menyetorkan uang pendaftaran cukup besar yakni Rp 10.000.000. Uang ini akan dikembalikan jika anak tidak diterima. Untuk lebih jelasnya, berikut rincian biaya masuk SD swasta di Sekolah Kembang.
- Pendaftaran: Rp 10.000.000 (dikembalikan jika tidak diterima)
- Uang pangkal Rp 52.000.000
- Uang kegiatan: Rp 3.250.000/ tahun
- SPP: Rp 46.200.000/ tahun
Alamat: Jl. Kemang II no.1 Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Kontak: 021 719-9655 / 0877-7408-9692
Itulah daftar biaya masuk SD swasta di beberapa sekolah di Jakarta Selatan. Sudah menentukan pilihan ingin menyekolahkan anak di SD swasta yang mana?
Berita Terkait
-
Doa untuk Tahun Baru 2023 Terlengkap, Biar Tahun Depan Makin Berkah
-
Diterjang Angin Puting Beliung Kamis Sore, Belasan Rumah dan Satu Sekolah Rusak di Malang
-
Ratusan Siswa di Cilegon Terima Beasiswa dari TenarisSPIJ, Sekolah Terbakar Direnovasi
-
Kaesang Pangarep Tampil Rapih Kenakan Kemaja Putih, Erina Gudono Malah Sebut Suaminya Kaya Anak Sekolah
-
Celurit Masih Tertancap di Punggung, Pelajar di Tambun Dibacok saat Melintas di Depan Sekolah Terduga Pelaku
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan