Suara.com - Bakal calon presiden Partai NasDem, Anies Baswedan belakangan sudah melakukan safari politik ke berbagai daerah.
Safari politik Anies dinilai terlalu prematur karena tiket maju Pilpres sendiri belum sepenuhnya dikantongi Anies. Hal ini yang kemudian dikhawatirkan bisa membuat rakyat bosan.
Kondisi tersebut juga dinyatakan oleh Tifauzia Tyassuma atau biasa dikenal dengan dokter Tifa.
Dokter Tifa yang dikenal sering kali melemparkan pujian ke Anies itu kini menyebutkan bahwa rakyat bisa saja bosan dengan safari politik yang prematur.
"Saya juga khawatirkan ini. Rakyat bosan dengam safari prematur yang dilakukan dan keburu habis minat sebelum betul-betul dicalonkan," tulis dokter Tifa di akun Twitternya Selasa (20/12/2022).
"Saya duga yang bersangkutan juga tahu itu. Makanya mau. Semacam jadi pengumpan. untuk memuluskan jalan Calon definitif. Semoga saya salah," imbuhnya.
Cuitan dokter Tifa sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Anies memang belum waktunya bicara macam-macam. Wong baru silaturrahim dan jalan santai saja ditegur kiri kanan," komentar warganet.
"Sakit hati lebih parah dari pada sakit lainya.kebaikan ya jelek jelekpun semakin jelek," imbuh warganet lain.
Baca Juga: Terungkap Kenapa Anies Baswedan Tak Foto Bareng Kaesang dan Erina
"Tergantung calonnya ada tidak yang baru yang lebih bagus. Kalau cuma calon itu itu aja, Anies, Ganjar, Prabowo, puan ya tidak akan berubah kecuali ada figur baru yang lebih menjanjikan kan," tulis warganet di kolom komentar.
Anies sendiri memang sudah dideklarasikan oleh NasDem, namun disebut belum tentu bisa mendapatkan tiket capres jika koalisi pendukungnya tak kunjung terbentuk.
Pasalnya, salah satu syarat untuk maju capres adalah melewati ambang batas Pipres yakni 20 persen suara pemilih. Sementara jika NasDem sendiri belum mencapai ambang batas tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang