Suara.com - Kerap mengkritik istana, pengamat politik Rocky Gerung justru setuju dengan ucapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan OTT KPK menjelekkan negara.
Tak mentah-mentah setuju omongan Luhut, Rocky Gerung menyebutkan alasan bila penyataan Opung di acara Aksi Pencegahan Korupsi 2023-2024 tersebut benar.
Menurut Rocky, ucapan Luhut bisa jadi benar jika dikaitkan dengan ketidakpercayaan publik terhadap istana.
"Bukan itu yang dimaksud Pak Luhut, Pal Luhut sudah benar itu normatif," kata Rocky Gerung dikutip Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Jumat (23/12/2022).
Rocky menjelaskan bahwa ketidakpercayaan publik terhadap istana disebabkan lantaran orang-orang di lingkungan Jokowi yang kerap membuat kesalahan.
"Karena keadaan politik menganggap apapun yang diucapkan istana pasti ada maksud buruk, ya orang akan berprasangka buruk juga. Sudah terjadi semacam dalil kalau yang bicara istana apapun motifnya sudah pasti buruk,” ujar Rocky.
Kesalahan-kesalahan itulah yang menimbulkan persepsi publik untuk curiga dengan pernyataan dari orang-orang istana, termasuk yang disampaikan oleh Luhut.
"Itu penyebabnya hal-hal sebelumnya, mulai dari keterangan Pak Jokowi yang kadang ngaco dan konyol, Jadi orang selalu melihat bahwa ini upaya untuk memberantaskan korupsi yang dimaksud Pak Luhut itu sekadar untuk menghalangi organ stategis istana ditangkap, padahal bukan itu maksudnya, kan nggak mungkin kita berpikir seperti itu. Tapi ini sudah terjadi dan susuah membereskan itu," paparnya.
Sebelumnya, Menteri Luhut membuat heboh saat menyarankan agar KPK tidak sering-sering melakukan OTT atau Operasi Tangkap Tangan.
Baca Juga: Mardani PKS Kritik Ucapan Luhut Soal OTT: Pernyataan Aneh, Mestinya Berantas Korupsi Didukung
"Kita nggak usah bicara tinggi-tinggilah. OTT-OTT ini kan nggak bagus sebenarnya. Buat negeri ini jelek banget," kata Luhut dalam acara Aksi Pencegahan Korupi 2023-2024.
Dalam konteks itu, Luhut berbicara soal digital life yang sedang digalakkan pemerintah untuk meningkatkan transparansi uang pembelanjaan negara dan meminimalisir praktik korupsi.
"Tapi kalau kita digital life, siapa yang mau melawan kita," lanjut Luhut.
Berita Terkait
-
Mardani PKS Kritik Ucapan Luhut Soal OTT: Pernyataan Aneh, Mestinya Berantas Korupsi Didukung
-
Reaksi Salting Ridwan Kamil Dibilang 'Ente Ganteng Banget Sih' oleh Luhut
-
'Tampar' Luhut Soal OTT, Adhie Massardi: Lihat Kasus Sambo! Bangsa Ini Nyaris Tak Punya Etika Kekuasaan
-
Ngeri, Celotehan Luhut Soal OTT Bisa Mengarah ke Obstruction of Justice
-
Dibanding-bandingkan: Pendukung Anies Sukarela, Relawan Ganjar Datang karena Amplop
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni
-
Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro
-
Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru
-
Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap