“Paling yang keluar suaminya, itu ke warung,” tutupnya.
Menikah siri selama 1 tahun
Pelaku dan sang korban ternyata baru setahun menikah secara siri. Fakta ini dinyatakan oleh mantan suami korban yang bernama Mustofa (49) tahun.
Kisahnya berawal saat pernikahannya dengan Santi yang berjalan 13 tahun itu berhenti. Keduanya memutuskan untuk bercerai saat lebaran 2021
Sang istri punya 3 anak dari pernikahan sebelumnya
Mustofa juga menyampaikan hasil pernikahannya dengan Santi dikaruniai 3 (orang) anak. Ketiga anak itu berusia 13 tahun, 6 tahun, dan 1,8 tahun. Adapun anak yang tewas adalah anak bungsu Mustofa dan Santi. Sementara dua anaknya yang lain selamat karena tinggal dengan Mustofa.
“Itu anak saya, anak bungsu saya. Dua anaknya sama saya. Yang bungsu memang diasuh oleh mantan istri saya,” jelas Mustofa TPU Kapuk Kebon Jahe, Cengkareng Jakarta Barat, Selasa (27/12/2022).
Korban kerap menghubungi mantan suami untuk minta uang
Mustofa menyampaikan ia dan mantan istrinya itu sempat hilang kontak selama beberapa bulan setelah bercerai. Namun, pasca menikah, Santi kembali menghubungi Mustofa.
Baca Juga: Mengenal Chatimeh, Istri Virtual yang Bikin Para Lelaki Berimajinasi Liar
Tujuan Santi menghubungi Mustofa adalah untuk meminta uang. Aksi ini dilakukannya cukup sering.
"Paling ngehubungin saya pas minta uang. Alasannya buat anak," jelasnya.
Diduga karena sakit hati
Rizal atau Ahmad (48) selaku pelaku tega menyiram air keras ke istri dan anaknya diduga karena sakit hati. Rizal mengaku sakit hati karena keluarga pelaku digunjingkan korban ke para tetangganya.
Sebelum menyiramkan air keras, pelaku dan korban bertengkar. Kemudian, pelaku menyiram air keras yang diduga sudah disiapkan. Akibat kejadian tersebut, istri siri dan anak tirinya meninggal dunia.
"Anaknya meninggal sebelum Magrib, ibunya meninggal sekitar pukul 20.30 WIB,” jelas Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo.
Berita Terkait
-
Mengenal Chatimeh, Istri Virtual yang Bikin Para Lelaki Berimajinasi Liar
-
Ibu dan Bayi di Cengkareng Tewas Disiram Air Keras Suami Siri, Jeritan Terakhir Santi Minta Tolong Tetangga
-
Banyak Dicari Warganet, Erina Gudono Beberkan Alasan Kaesang Pangarep Vakum dari Twitter
-
Ibu dan Bayi di Cengkareng Tewas Disiram Air Keras, Rizal Ternyata Baru Setahun jadi Suami Siri Santi
-
Usia Berapa Bayi Boleh Naik Pesawat? Ini yang Harus Dipertimbangkan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?