Suara.com - Nasib Partai Golkar disandingkan dengan tim nasional Argentina jika berani melakukan naturalisasi Ganjar Pranowo dari PDIP. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Agitasi dan Propaganda 2Indos, Syurya Muhammad Nur.
Menurutnya, Partai Golkar yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) harus segera "membajak" Gubernur Jawa Tengah itu dari PDIP demi memenangkan Pemilu 2024. Apalagi Golkar selama ini dikenal sebagai partai yang bergelar raja tanpa mahkota alias runner up.
"Jika langkah ini diambil oleh partai Golkar maka sangat besar peluang partai berlambang baringin tersebut untuk memenangkan Pemilu 2024," kata Syurya.
"(Golkar) layaknya timnas Argentina. Apalagi sudah sangat lama sekali partai tersebut menyandang gelar raja tanpa mahkota," sambungnya.
Syurya melanjutkan, langkah Golkar jika ingin menaturalisasi Ganjar dari PDIP dinilai sama sekali tidak melanggar aturan. Pasalnya, aksi itu masuk dalam hak partai politik.
Selain itu, beberapa parpol lainnya juga sudah mendeklarasikan capres 2024. Sebagai contoh Partai NasDem mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, begitu pula Partai Gerindra yang mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden.
Situasi tersebut, lanjut Syurya, menjadi bukti bahwa persaingan bakal capres 2024 semakin hari semakin ketat.
"Yang sudah deklarasi sekarang sudah ada dari Partai Gerindra mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden di sentul International Convention Center (SICC), Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan di Nasdem Tower," ujar Syurya.
Karena itu, Golkar bersama parpol yang tergabung dalam KIB, yakni PAN dan PPP untuk berani mengambil langkah cepat demi mengamankan kemenangan Pemilu 2024. Cara ini adalah mengusung Ganjar yang bermodal elektabilitas tinggi sebagai capres 2024.
Baca Juga: Kantongi Rp26,82 Triliun Modal Asing, Ganjar Pranowo Buka Peluang Tarik Investor Asing Pada 2023
Bagaimanapun juga, sosok Ganjar juga sudah menyatakan kesiapannya untuk menjadi capres 2024. Sementara PDIP selaku parpol Ganjar bernaung, justru dinilai lebih berat ingin mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai capres.
"Biarkan PDIP mendukung Puan Maharani Ketua DPR RI periode 2019-2024 pada Pilpres 2024 sebagai calon presiden, jika sampai saat ini PDIP masih menitikberatkan Puan ketimbang Ganjar," pungkasnya.
Disclaimer:
Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Kantongi Rp26,82 Triliun Modal Asing, Ganjar Pranowo Buka Peluang Tarik Investor Asing Pada 2023
-
Golkar Dibisiki Agar Sat Set Bajak Ganjar Pranowo, 'Biar PDIP Dukung Puan Maharani'
-
Megawati Ingatkan Ganjar soal Banjir Sejak 2 Tahun Lalu: Kalau Masih Dengerin Saya...
-
Sebut Megawati Ahli Strategi, Analis Nilai Capres PDIP Sengaja Belum Diumumkan hingga Kini
-
'Ganjar Jadi Dilema Buat Megawati' Rocky Gerung Sebut Sulitnya PDIP Pilih Capres di 2024
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal
-
Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data
-
'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR
-
Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati
-
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!
-
Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma
-
Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat
-
Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray