Suara.com - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengakui gaya bicaranya terbilang pelit dan menyusahkan media.
Terkenal dengan gaya bicara yang irit namun ceplas-ceplos, Gibran Rakabuming Raka hanya tertawa kecil saat sifatnya itu dibicarakan Putri Tanjung.
"Dengan gaya komunikasi Mas Gibran yang menurut aku lumayan unik dan serba singkat Mas, itu menjadi barrier komunikasi atau justru menguntungkan?" tanya Putri Tanjung dilansir dari tayangan Youtube CXO Media pada Selasa (3/1/2023).
Gibran mengakui bahwa gaya bicaranya bisa membuat para wartawan geregetan saat mencecarnya.
"Ya mungkin tidak menguntungkan buat temen-temen media sih," jawab Gibran.
Lebih lanjut, Gibran menjelaskan bahwa yang terpenting adalah masalah bisa terselesaikan.
"Tapi untuk warga sih ya, mereka pengennya ada masalah apa oke kita selesaikan, ada masukan apa kita selesaikan," lanjut Gibran.
Tak cuma irit bicara, Gibran pun mengakui bahwa ia tak ingin terlalu banyak nampang di papan-papan baliho seperti pejabat pada umumnya.
"Kita nggak pengen terlalu bertele-tele, seremonial, pasang-pasang baliho yang ada muka saya, kita nggak pengen seperti itu," ujar Gibran.
Baca Juga: Netizen Julid Tanya 'Mana Otakmu' Dijawab Santai Gibran Rakabuming, Malah Bikin Gemes!
"Pokoknya kita pengen penyelesaian masalah-masalah yang ada di Kota Solo," imbuh Gibran.
Putra sulung Presiden Joko Widodo ini memang dikenal pelit bicara. Meski terpantau cukup aktif di Twitter, tapi Gibran kerap kali membuat warganet tersentak kala dijawab singkat nan pedas lewat cuitannya.
Seperti kejadian belum lama ini, Gibran membagikan sebuah foto food truck di area Ngarsopuro melalui akun Twitter @gibran_tweet. Tampak dalam foto tersebut beberapa buah mobil mini bus yang disulap menjadi gerai makanan, dengan beberapa meja dan kursi diletakkan di sekitarnya.
Tempat akan outdoor tersebut difoto di malam hari, dan sepertinya bisa jadi salah satu tempat asyik buat warga Solo yang sedang mencari makan.
Respons warganet beragam. Tak sedikit yang memuji karena di Solo ada tempat makan sekeren itu, dan jadi terinspirasi ingin jalan-jalan ke sana.
Namun, ada satu komentar warganet yang malah menghujat. Akun Twitter @DinaraAdamas menulis balasan, "Mana otakmu."
Berita Terkait
-
Netizen Julid Tanya 'Mana Otakmu' Dijawab Santai Gibran Rakabuming, Malah Bikin Gemes!
-
Dihujat dan Disebut Suka Pencitraan Seperti Presiden Jokowi, Reaksi Gibran Bikin Netizen Gemas
-
Pedasnya Jawaban Gibran saat Disindir Pencitraan 'Masuk Gorong-Gorong Kayak Bapakmu'
-
Persis Solo Berkandang di Yogyakarta Pada Lanjutan BRI Liga 1, Gibran Ngaku Deg-degan
-
Kaesang Pangarep Pilih Maguwoharjo sebagai Home Base Persis Solo, Gibran Mengaku Deg-Degan
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi