- Menteri Luar Negeri Palestina menyatakan Israel intensifkan perluasan pemukiman ilegal Tepi Barat memanfaatkan krisis Teluk Persia.
- Langkah Israel tersebut merongrong solusi dua negara dan mengancam hak penentuan nasib sendiri Palestina.
- Sejak serangan AS-Israel ke Iran, tujuh warga Palestina dibunuh pemukim di bawah perlindungan tentara Israel.
Suara.com - Israel disebut-sebut memanfaatkan krisis di kawasan Teluk Persia untuk mengintensifkan perluasan pemukiman ilegal Zionis di Tepi Barat,
Hal itu ditegaskan Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian.
Tak hanya itu, dirinya juga memperingatkan bahwa Zionis Israel tengah mempercepat perluasan pemukiman ilegal dan memperkuat kontrol permanen Israel terhadap tanah Palestina.
"Bahwa rezim Zionis memanfaatkan teralihkannya perhatian komunitas internasional terhadap krisis di kawasan untuk mempercepat upaya pencaplokan melalui perluasan wilayah serta langkah legislatif dan administratif," kata dia melansir ANTARA, Rabu (18/3/2026).
Langkah Israel itu, kata dia, merongrong upaya pencapaian solusi dua negara dan mengancam hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.
Menlu Aghabekian mengatakan pemukim Zionis Israel setiap harinya melakukan serangan terencana terhadap warga Palestina, termasuk pembunuhan dan serangan fisik, serta terhadap properti Palestina dengan membakar rumah-rumah dan kendaraan, menghancurkan lahan pertanian, dan mencuri sumber daya.
Hal tersebut, ucap dia, dilakukan "di bawah perlindungan langsung tentara Zionis Israel".
Ia menyampaikan bahwa sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, dan masih berlanjut hingga kini, tujuh warga Palestina telah dibunuh pemukim ilegal Zionis.
Lebih lanjut, Menlu Palestina menyoroti berlanjutnya pelecehan Zionis Israel terhadap tempat suci umat Islam, termasuk melalui penutupan Masjid Al Aqsa sejak perang di Iran serta pembatasan warga Muslim yang beribadah di bulan Ramadan.
Baca Juga: Dua Petinggi Tewas Dibunuh Zionis, Lebih dari 3.000 Rudal dan Drone Iran Hujani Negara Teluk
Aghabekian menyebut langkah tersebut sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hak beragama".
Ia kemudian menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah hukum ataupun konkret demi menghentikan pelanggaran tersebut serta memastikan terlindunginya hak rakyat Palestina berdasarkan hukum internasional.
Sejak perang di Jalur Gaza berlangsung, serangan oleh pasukan dan pemukim ilegal Zionis di Tepi Barat telah menyebabkan tewasnya 1.133 warga Palestina dan melukai 11.700 lainnya.
Sementara, sekitar 22.000 orang ditahan otoritas Zionis, menurut data pemerintah Palestina.
Permusuhan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang menyebabkan 1.300 orang tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan dunia. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Rugikan Negara Rp1,77 Triliun, Eks Direktur Gas Pertamina Cuma Divonis 4,5 Tahun Penjara!
-
Krisis Sampah Jakarta Kian Mendesak, Edukator Sebut Perubahan Harus Dimulai dari Rumah Tangga
-
Kebijakan Terbaru Donald Trump Bikin Kanselir Jerman Kesal: Kasih Pukulan ke Seluruh Eropa
-
Dilaporkan ke Bareskrim, Abu Janda hingga Ade Armando Dituding Provokasi Potongan Video JK
-
Polda Jambi Tahan Mantan Kadisdik Varial Adhi Putra Terkait Kasus Korupsi DAK SMK Rp21,8 Miliar!
-
Kualitas Udara Jakarta Terburuk, Pramono Anung Janji Percepat Bus Listrik dan PLTSa
-
Revisi UU Pemilu Mendesak, Eks Penyelenggara Ingatkan Waktu Kian Sempit Jelang 2026
-
Rekaman Bocor! Benjamin Netanyahu Bongkar Strategi Rahasia Israel Kalahkan Iran
-
Mengejutkan! OPEC Naikkan Kuota Produksi Minyak Usai UEA Mundur, Pengaruh ke Dunia Apa?
-
Revisi UU Pemilu Mandek, Koalisi Sipil Desak DPR Bergerak Sebelum Agustus 2026