Mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut menyebut bahwa Anies takut elektabilitasnya turun dan citranya terlihat buruk jelang Pilpres 2024.
"Karena kalau kita mengumpulkan massa kecewa dan massa marah di belakang kita dan seolah-olah kita adalah pahlawan baru, kita memberikan ruang bagi irasionalitas dalam pemilu dan itu selalu jelek hasilnya," jelas Fahri.
Eks politisi PKS itu lantas mengungkit sikap berpolitik Anies yang terkesan 'cari aman' sejak era SBY.
"Zaman pak SBY ikut konvensi. Zaman pak Jokowi, ikut pak Jokowi. Zaman pak Prabowo, ikut pak Prabowo. Zaman Surya Paloh, ikut Surya Paloh," ujar Fahri.
Dirunut dari rekam jejaknya, Anies Baswedan mulai ikut berpolitik sejak jadi peserta konvensi capres Partai Demokrat tahun 2013. Namun dalam konvensi itu ia gagal.
Anies kemudian bermanuver memberikan dukungannya kepada Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Pilpres 2014. Tak hanya masuk tim pemenangan Jokowi-JK, ia juga bertindak sebagai juru bicara koalisi tersebut hingga menang melawan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.
Setelah itu, Anies pun diminta Jokowi untuk membantu di kabinet sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, kariernya sebagai menteri terhenti di reshuffle kabinet 2016 digantikan Muhajir Effendy.
Anies kemudian maju sebagai Gubernur DKI Jakarta di tahun 2017 lewat partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto.
Setelah menyelesaikan jabatannya sebagai Gubernur, Anies kemudian mendeklarasikan diri maju sebagai calon presiden di Pemilu 2024. Namun, bukan lagi lewat Partai Gerindra. Anies mencalonkan diri melalui Partai Nasdem pimpinan Surya Paloh.
Baca Juga: Sangat Berbahaya, Ketum PBNU Minta Jangan Pakai Rumah Ibadah Buat Kampanye Politik
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Sangat Berbahaya, Ketum PBNU Minta Jangan Pakai Rumah Ibadah Buat Kampanye Politik
-
Lucu Banget! Alasannya Karena Mendesak, Tapi Perppu Cipta Kerja Dibuat Sampai 1.000 Halaman
-
Heboh Lesti Kejora Nekat Paksa Presiden Jokowi Duet Bikin Irfan Hakim Malu, Ini Faktanya
-
Jimly Asshiddiqie Sebut Ancaman Pemakzulan Jokowi Makin Nyata, Endus Penundaan Pemilu hingga Perpanjang Masa Jabatan
-
IKN Disebut Mirip Proyek Kota Baru China, Jokowi Dapat Bisikan Xi Jinping di Pertemuan Tahun 2017?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Terkini
-
Jakarta Dikepung Banjir, Pramono Anung Ungkap Penyebabnya Bukan Cuma Hujan Deras
-
Polisi Periksa PT Vinfast Auto hingga Green SM, 36 Saksi Digeber Bongkar Tragedi KRL Bekasi!
-
7 Fakta Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Korban Diduga Capai 50 Santriwati
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kronologi Waketum PSI Bro Ron Dipukul Orang Tak Dikenal, Pelaku Kini Mendekam di Polsek
-
Bela Nasib Karyawan Malah Dipukul, Polisi Ciduk 2 Pelaku Penganiaya Waketum PSI Bro Ron
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Putus Rantai Tawuran, Pemkot Jaksel Bangun Gelanggang Olahraga di Manggarai
-
Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas
-
Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya