Suara.com - Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja bak menjadi hadiah mengejutkan untuk pergantian tahun 2022 ke 2023.
Pro dan kontra mengiringi penerbitan Perppu ini. Bahkan eks Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mengungkap celah Presiden Joko Widodo bisa dimakzulkan akibat perkara ini.
Namun ancaman pemakzulan Jokowi sepertinya bukan satu-satunya hal merugikan yang mesti dihadapi. Menurut analisis pakar kebijakan publik Chazali H Situmorang, penerbitan Perppu Cipta Kerja juga berbalik menjadi "bonus" untuk lawan politik Jokowi, yakni eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Sebagai gambaran, Anies sudah dideklarasikan menjadi bakal calon presiden 2024 oleh Partai NasDem. Deklarasi ini seketika menyita perhatian publik, apalagi Anies kerap dinilai sebagai antitesis Jokowi.
Lewat diskusinya bersama Hadhy Priyono di kanal YouTube Jurnal Politik TV, ahli kebijakan publik dari Universitas Nasional itu membeberkan alasannya menyebut Perppu Cipta Kerja dapat menguntungkan Anies.
"Kebijakan-kebijakan publik yang dilakukan pemerintah saat ini, yang jauh dari keadilan sosial yang dirasakan masyarakat, ini adalah sebetulnya, 'bonus' bagi Anies. Bonus. Kalau saya mengatakan istilahnya bonus," tutur Chazali, dikutip pada Sabtu (7/1/2023).
"Karena dengan peraturan pemerintah ini memberikan ruang Anies untuk melakukan perubahan semakin besar. Isu yang diangkat itu bisa semakin besar, semakin banyak," sambungnya.
Chazali bahkan membocorkan sejumlah isu yang bisa diangkat Anies untuk memuluskan rencana pencapresannya di tahun 2024 mendatang.
"Dia bisa angkat aspek buruh. Dia bisa angkat nih, buruh yang terjebak dengan Perppu ini, dia bisa janjikan akan melakukan perubahan," terang Chazali.
Baca Juga: Guru Besar UMS Sebut Perppu Selamatkan Putusan MK soal UU Ciptaker
Chazali menilai pemerintah telah melakukan kesalahan besar dengan nekat menerbitkan Perppu Cipta Kerja. Bahkan tujuan utama penerbitan Perppu Cipta Kerja, yakni menggaet investor, juga dinilai akan gagal total lantaran banyak norma ketenagakerjaan yang dilanggar.
"Saat nanti Pemilu, arah berubah, bisa remuk juga ini investor yang melakukan upaya-upaya yang sifatnya melanggar norma-norma yang ada. Saya yakin nggak tertarik investor kalau begini. Ribut lagi buruh, kan? Sudah ancam-ancam lagi mau turun, kan?" kata Chazali.
Ketimbang menciptakan regulasi yang membuat geram publik, Chazali menilai semestinya pemerintahan Jokowi mementingkan aspek keadilan sosial. Bila isu ini yang gencar dikerjakan pemerintahan Jokowi, maka akan semakin sulit lawan politiknya mencari celah merebut hati masyarakat.
"Tapi kan ini enggak, maka ini menjadi 'bonus' bagi Anies. Jadi modal politik (untuk Anies)," ungkap Chazali.
"Maka PKS sama Demokrat, nggak usah ragu-ragu lagi. Kalau dapat 20 persen, selesai, masuk gelanggang. Yang penting sekarang bagaimana Anies ini masuk gelanggang. Sekarang kan masih di luar gelanggang dia, masih ramai orang-orang (mempertanyakan), 'Jadi nggak? Jadi nggak?'" tandasnya.
Tag
Berita Terkait
-
'Boleh Tapi Tak Setuju' Gibran Jadi Orang Paling Keras Menenatang Jokowi Jadi Gubernur Jakarta, Alasannya..
-
Benarkah Perppu Cipta Kerja Hapus Libur 2 Hari dan Cuti Hamil? Ini Penjelasannya
-
Klaim Bela Nasib Buruh, Kemenaker Sebut Perppu Cipta Kerja Batasi Karyawan Outsorching di Perusahaan
-
Ketua MK Anwar Usman Diminta Tak Ikut Terlibat dalam Sidang Gugatan Perppu Cipta Kerja
-
Perppu Cipta Kerja Sebut Pekerja yang Menikah dengan Rekan Sekantor Tak Boleh Dipecat
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?
-
Aksi Kamisan Yogyakarta: Soroti Kekerasan Aparat di Tual dan Penghormatan bagi John Tobing
-
KPK Tangkap Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Tersangka Baru Kasus Korupsi Impor