Sedangkan anak yang dilarikan ke rumah sakit, mengalami penanganan yang cukup lama. Ia bisa pulang setelah kondisinya dinyatakan sehat oleh dokter.
Sementara itu, seorang anak yang jadi korban di kota Bekasi harus dilarikan ke RS Haji Jakarta Selatan karena mengalami peradangan pada dinding usus. Kenapa sampai bisa mengalami peradangan di dinding usus? Hasil temuan petugas menyebutkan bahwa si anak meminum sisa cairan nitrogen pada chiki ngebul.
4. Korban berusia 4-13 tahun
Usia rata-rata anak yang jadi korban chiki ngebul adalah anak usia 4-13 tahun. Umumnya mereka masih bersekolah di taman kanak-kanak sampai sekolah menengah pertama. Anak-anak dalam usia tersebut memang biasanya gampang tertarik dengan sesuatu.
5. Pengawasan ketat
Sekarang, setelah kejadian tersebut, pihak Dinas Kesehatan Jawa Barat mulai melakukan pengawasan ketat dan menghimbau masyarakat agar memantau anak-anak mereka supaya menghindari jajanan chiki ngebul bahkan mengkaji pelarangan peredaran jajanan tersebut.
Pihak dinas juga segera melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran chiki ngebul di sekitar anak-anak.
Mereka juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian, yang juga bersedia ikut dilibatkan untuk ikut mengawasi peredarannya. Apabila ditemukan tindak pidana, mereka akan segera menindaklanjutinya. Demikian fakta-fakta chiki ngebul, jajanan yang bikin keracunan anak-anak.
Kontributor : Mutaya Saroh
Baca Juga: BPOM Batam Peringatkan Masyarakat Agar Berhati-hari Konsumsi Makanan yang Mengandung Nitrogen Cair
Berita Terkait
-
BPOM Batam Peringatkan Masyarakat Agar Berhati-hari Konsumsi Makanan yang Mengandung Nitrogen Cair
-
Korban Chikbul di Bekasi: Bocah 4 Tahun Alami Lambung Bocor, Keluarga Bayar Rumah Sakit Rp21 Juta
-
Hati-hati! Konsumsi Ice Smoke Bisa Picu Kerusakan Internal Organ
-
Kemenkes Minta Dinkes dan Rumah Sakit Lakukan Hal Ini Soal Kasus Anak Keracunan Chiki Ngebul
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Percepat Pembangunan Huntap, Kasatgas Tito Dukung Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB
-
'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026
-
Rapor Merah 80 Tahun Polri: Berkhidmat pada Kekuasaan, Bukan Rakyat
-
Bukan Negara Vigilante: Mengapa Penyekapan Karyawan di Senen Berlangsung 21 Hari Tanpa Terdeteksi?
-
Lagu Bupati Purwakarta Dinilai Bias Gender, Partai Diminta Beri Teguran
-
Jakbar Darurat Judol, 89 Ribu Warga Setor Rp600 Miliar ke Bandar
-
Momen Hangat di Istana, Presiden Belarus Hadiahi Prabowo Pena Emas
-
Skandal Korupsi MBG: Kejagung Ungkap Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Proyek Motor BGN
-
Pendapatan Ojol Turun Usai Skema 8 Persen, DPR Minta Tarif Diatur
-
Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Bakal Urai Kemacetan Grogol Hingga Slipi