Suara.com - Jika tahun baru secara umum dirayakan pada tanggal 1 Januari, maka lain halnya dengan perhitungan kalender China. Lalu Tahun Baru Imlek 2023 kali ini adalah tahun bagi shio apa?
Dalam kalender China, tahun baru yang disebut dengan Imlek tersebut akan jatuh pada 22 Januari 2023 mendatang. Jika tahun 2022 digambarkan dengan Macan, tahun 2023 ini disebut dengan tahun kelinci. Imlek 2023 kelinci apa?
Lantas, kelinci apa yang akan menyambut pada Tahun Baru Imlek 2023 kali ini?
Semua hal tentang kelinci air di tahun 2023
Dilansir dari laman Chinese New Year, tahun 2023 digambarkan dengan Kelinci Air, kondisi serupa pernah dialami pada tahun 1963 lalu. Pada dasarnya Kelinci Air adalah shio Kelinci yang memiliki elemen air.
Oleh karena itu, tahun ini tetap disebut sebagai Years of Rabbit. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin perlu Anda tahu tentang Tahun Kelinci Air.
Kepribadian dan karakteristik
Meski sekilas terlihat pendiam, seseorang yang lahir di tahun Kelinci Air akan memiliki rasa percaya diri yang kuat. Kondisi inilah yang kemudian membuat mereka tidak mudah terpengaruh akan hal-hal negatif di sekitarnya dan terus memilih maju dengan tujuannya.
Mereka dikenal memiliki kemampuan menalar yang baik dan memerhatikan hal-hal secara detail. Kelinci air merupakan waktu yang tepat bagi orang untuk bersosialisasi dan menampilkan aura positif.
Baca Juga: 20 Ucapan Imlek 2023 Mandarin Selain Gong Xi Fa Cai, Bagikan Kata-kata Unik ke Medsosmu!
Pasangan
Seseorang yang lahir di tahun Kelinci Air akan menjadi pasangan yang serasi jika bersama dengan Shio Anjing, Babi, dan Kambing. Sementara itu, mereka mungkin memerlukan waktu yang lebih lama untuk dekat dengan Shio Ayam, Naga, dan Tikus karena kepribadian yang sangat bertolak belakang.
Karir
Pemilik shio Kelinci Air umumnya lebih tertarik pada pekerjaan yang berhubungan dengan kreatif seperti musik, sastra, hingga arsitektur. Dengan sifatnya yang teliti, tahun ini juga akan memberi keberuntungan bagi mereka yang bekerja dengan detail khusus seperti penerjemah dan konsultan bisnis.
Kesehatan dan gaya hidup
Secara fisik, shio Kelinci Air tidak perlu khawatir. Selagi Anda tahu kapan waktu yang tepat untuk berobat sebelum kondisi menjadi lebih buruk. Mungkin Anda perlu memerhatikan pola makan dan menjaganya untuk tetap baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?