Suara.com - Tuntutan hukuman 12 tahun penjara kepada Richard Eliezer Pudihang Lumiu menimbulkan polemik di publik. Prokontra pun muncul lantaran tuntutan hukuman tersebut dinilai tidak memberikan rasa keadilan
Merespons polemik yang terjadi di masyarakat, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengemukakan sejumlah hal yang melatarbelakangi tuntutan jaksa terhadap Richard Eliezer yang dianggap memberatkan.
Sumedana mengemukakan, sangat menghargai berbagai bentuk apresiasi komentar dan rasa empati yang berkembang di masyarakat terkait kasus ini. Ia mengemukakan, tinggi rendahnya tuntutan terhadap terdakwa mempertimbagkan sejumlah hal.
"Berbagai macam persyaratan, baik itu mempertimbangkan dari sisi pelaku, sisi korban dan peran masing-masing para terdakwa termasuk latar belakang para terdakwa dan rasa keadilan di dalam masyarakat juga kami pertimbangkan," katanya saat konferensi pers di Kejagung pada Kamis (19/1/2023).
Ia juga mengemukakan, tuntutan bukan saja dilihat dari mensrea para terdakwa, tapi dilihat dari persamaannya dan perbedaannya peran masing-masing terdakwa yang terungkap di persidangan.
Dia melanjutkan, hal tersebut menjadi pertimbangan yang matang dalam menuntut para terdakwa sebagaimana dilakukan penuntut umum yaitu pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP ayat 1 ke-1 KUHP.
Kemudian sebagaimana hukum yang terungkap di persidangan, bahwa Ferdy Sambo sebagai terdakwa pelaku intelektual, telah dituntut dengan hukuman seumur hidup, karena memerintahkan terdakwa Richard Elieszer untuk mengeksekusi menghilangkan nyawa Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat guna menyempurnakan pembunuhan berencana sehingga terdakwa Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara.
Sementara terdakwa Putri Candrwathi, Kuat Maruf, Ricky Rizal tidak secara langsung menyebabkan terjadinya penghilangan nyawa Brigadir Nofrianysah Yosua Hutabarat.
"Perbuatan Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal sejak awal mengetahui rencana pembunuhan tersebut akan tetapi tidak berusaha mencegah atau menghalangi tindak pidana terjadinya tindak pidana pembunuhan berencana," ujarnya.
Baca Juga: Tuntutan Jaksa ke Ferdy Sambo Cs Timbulkan Pro Kontra, Kejagung Ogah Disebut Polemik
Sementara terkait rekomendasi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terhadap Richard untuk mendapatkan Justice Collaborator telah terakomodir dalam semua tuntutan.
"Sehingga terpidana mendapat tuntutan jauh lebih ringan dari terdakwa Ferdy Sambo. Terdakwa Richard adalah seorang bawahan yang taat pada atasan yang melakukan perintah yang salah dan menjadi eksekutor dalam pembunuhan berencana yang dimaksud sehingga pembunuhan berencana tersebut terlaksana dengan sempurna," ucapnya.
Namun, ia mengemukakan, terkait ketidakterkaitannya dalam posisi Justice Collaborator dengan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Sumedana menjelaskan, jika kasus pembunuhan berencana tidak termasuk dalam kasus yang diatur dalam pasal 28 ayat 2 huruf a UU No 31 Tahun 2015 tentang LPSK.
"Dalam UU dan surat edaran MA memang tidak secara tegas menjelaskan apakah pembunuhan berencana masuk dalam kategori yang harus diberikan Justice Collaborator. Kemudian diktum deliktum yang diberikan Richard, yakni sebagai pelaku utama, bukanlah sebagai penguat fakta hukum."
"Jadi dia bukan sebagai penguak yang pertama, justru keluarga korban. Tapi beliau sebagai pelaku utama sehingga tidak dapat dipertimbangkan juga untuk mendapatkan Justice Collaborator," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa
-
Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin
-
Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia
-
Prabowo Ucapkan Selamat Idulfitri 1447 H, Ajak Perkuat Persatuan dan Bangun Indonesia Lebih Kuat
-
Puncak Mudik 2026 Terlewati, Polri: Naik 4,26 Persen dan Tetap Terkendali
-
Malam Takbir di Bundaran HI, Pramono: Pemprov Jakarta Ingin Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman
-
Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata
-
Cerita Warga Pilih Takbiran di Bundaran HI, Ogah Mudik Gegara Takut Ditanya Kapan Nikah
-
Ucapkan Selamat Idulfitri, Prabowo Subianto Ajak Masyarakat Pererat Persatuan