Suara.com - Kasus peredaran narkoba yang melibatkan dua perwira polisi yaitu mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Teddy Minahasa dan mantan Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara masuk ke tahap peradilan.
Terdakwa AKBP Doddy Prawiranegara telah melewati sidang perdana kasus narkoba yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Rabu (1/2/2023).
Persidangan ini pun dibuka oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Hakim Jon Sarman Saragih, M.Hum.
"(Persidangan) Dinyatakan terbuka dan terbuka untuk umum. Mohon dihadirkan untuk terdakwa," ujar Hakim Jon membuka persidangan.
Hakim Jon sendiri merupakan salah satu hakim senior yang juga beberapa kali mengadili kasus kasus penyeludupan narkoba. Sepak terjangnya sebagai seorang hakim pun berhasil mengantarkannya dalam memegang beberapa jabatan strategis. Simak inilah profil Hakim Jon selengkapnya.
Profil Jon Sarman Saragih
Jon Sarman Saragih, S.H.,M.Hum merupakan salah satu hakim yang berasal dari Sirpang Sigodang, Sumatera Utara. Perjuangannya hingga menjadi seorang hakim pun tidaklah mudah.
Hakim Jon yang dahulunya adalah anak seorang petani memulai pendidikannya dengan mengejar gelar sarjana hukum dari Universitas Darma Agung. Kegigihannya untuk menjadi seorang hakim pun membuatnya kembali mengejar gelar magister di Universitas Sumatera Utara.
Kariernya di dunia perhakiman pun sudah malang melintang. Ia pertama kali masuk ke dunia perhakiman tahun 1992 saat dirinya terdaftar sebagai Calon Hakim PN Binjai tahun 1992.
Baca Juga: Hari ini Persidangan PertamaTeddy Minahasa, 2 Februari 2023
Tak hanya itu, Hakim Jon juga beberapa kali dimutasi ke beberapa PN, seperti Hakim tingkat pertama di PN Kabanjahe tahun 1996 , hakim tingkat pertama di PN Kisaran 2000, hakim tingkat pertama di PN Wates 2006. Ia juga pernah melanjutkan karirnya di beberapa PN lain seperti PN Mataram dan PN Temanggung, sebelum akhirnya diamanahkan menjadi Ketua Pengadilan Sidakalang tahun 2014.
Hakim Jon juga pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan di Lubuk Pakam dan Bengkulu, sebelum akhirnya diangkat menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat.
Sebelumnya, Hakim Jon pernah mengungkap bahwa dirinya pernah mengadili perkara kepemilikan narkotika sejenis heroin 1,5 kg yang ia vonis dengan hukuman seumur hidup saat masih berkarir di PN Mataram.
Terdakwa dalam kasus tersebut adalah dua orang WNA. Seorang terdakwa merupakan warga negara Jerman dan satu lagi warga negara Afrika. Hal ini pun membuat Hakim Jon akhirnya sering dilibatkan dalam peradilan kasus narkoba.
Nantinya, Hakim Jon dijadwalkan juga akan terlibat dalam persidangan kasus Irjen Teddy Minahasa selanjutnya.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Hari ini Persidangan PertamaTeddy Minahasa, 2 Februari 2023
-
Terancam Hukuman Mati, Sidang Perdana Kasus Narkoba Irjen Teddy Minahasa Digelar Hari Ini
-
Jadi Inspirasi Trik Licik Teddy Minahasa, Seberapa Mirip Sabu dengan Tawas?
-
Terungkap di Sidang, Teddy Minahasa Sempat Protes Anita Cepu Hanya Bayar Rp300 Juta Hasil Jual Sabu
-
Anak Buah Dikasih Bonus Narkoba, Terbongkar Akal Bulus Irjen Teddy Minahasa 'Sulap' Sabu Sitaan jadi Tawas!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat