Suara.com - Penguasa Taliban Afghanistan hari Rabu (1/2/2023) menolak tuduhan bahwa wilayah mereka digunakan dalam pemboman masjid pekan ini di Pakistan. Taliban mendesak negara tetangga itu untuk menyelidiki secara menyeluruh tindakan teror itu sebelum menyalahkan lainnya.
Menyitat laman VOA, Kamis (2/2/2023), Menteri Luar Negeri Taliban Afghanistan, Amir Khan Muttaqi mengatakan dalam sebuah pertemuan di ibu kota, Kabul, pejabat Pakistan harus mencari solusi untuk tantangan keamanan mereka secara lokal dan berhenti “menabur benih permusuhan” antara kedua negara Islam itu.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman hari Senin di sebuah masjid yang penuh sesak, di markas polisi provinsi yang dijaga ketat di kota Peshawar, Pakistan itu.
Ledakan itu menewaskan lebih dari 100 jemaah, sebagian besar polisi, melukai lebih banyak lagi dan menghancurkan lantai atas gedung. Pihak berwenang Pakistan dengan cepat menyalahkan Taliban Pakistan yang juga disebut Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) yang dilarang, atas apa yang mereka katakan sebagai serangan bom bunuh diri.
"Wilayah kami terbiasa dengan perang dan ledakan bom. Namun kami belum pernah melihat dalam 20 tahun terakhir, seorang pembom bunuh diri meledakkan atap masjid dan membunuh ratusan orang,” kata Muttaqi hari Rabu.
Ia menggaungkan kecurigaan dan pertanyaan yang diajukan oleh para pengecam di Pakistan setelah kehancuran besar yang disebabkan oleh ledakan itu. (Sumber: VOA)
Tag
Berita Terkait
-
Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Ledakan Bom Di Masjid Pakistan
-
Bukan Gereja, Ada Pengeboman di Masjid yang Tewaskan 100 Orang
-
Ngeri! Korban Tewas Ledakan Bom Di Masjid Pakistan Tembus 100 Orang, Mayoritas Adalah Polisi
-
Ketua DPR Ajak Negara-Negara Muslim Bangun Solidaritas
-
Bommm! Ledakan Bom Bunuh Diri Di Masjid Penuh Jemaah Di Pakistan, 61 Orang Tewas
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL