Suara.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melarang kader perempuannya untuk mengikuti gagasan-gagasan yang diusung oleh kalangan feminisme.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat berdialog dengan sejumlah pimpinan redaksi media massa nasional di kantor PBNU Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2023).
Adapaun larangan itu muncul dari Gus Yahya sebagai jawaban dari pertanyaan mengenai feminisme yang diajukan oleh Pemimpin Redaksi Kompas TV Rosiana SIlalahi.
Alasan Gus Yahya larang ikut feminisme
Gus Yahya lalu menjelaskan sejumlah alasan mengapa ia tegas melarang kader perempuan NU, utamanya yang tergabung dalam Fatayat dan Muslimat NU untuk latah ikut-ikutan feminisme.
Alasan yang paling mendasar, menurut Gus Yahya, adalah karena feminisme bukan berasal dari ajaran maupun tradisi Islam.
"Soal feminisme itu saya bilang, jangan ikut-ikutan feminisme karena itu isme. Isme yang pada dasarnya sebetulnya tumbuh di luar lingkungan tradisi Islam. Saya bilang kepada teman-teman, kita ini Islam, NU ini Islam. Kita harus kembalikan dulu ke motivasi Islam," kata Gus Yahya.
Menurut dia, bukan berarti Islam tidak mengakomodir atau tidak membela perempuan. Namun jika ingin berpikir mengenai perempuan, lanjut Gus Yahya, maka harus menggunakan sudut pandang Islam.
Perbedaan nilai NU dengan feminisme
Baca Juga: Wapres Lempar Wacana 'Santrinisasi' Indonesia, Ketum PBNU Beri Tanggapan
Lebih lanjut Gus Yahya menyatakan ada sejumlah perbedaan nilai yang dianut NU dengan kelompok feminis tertentu.
Salah satunya, ia mencontohkan ketika ajang Piala Dunia 2022 digelar, pemain sepakbola asal Maroko Achraf Hakimi menjadi sasaran kritik seorang feminis dari Belanda ketika merayakan kemenangan dengan ibunya.
Menurut Gus Yahya, ketika itu feminis tersebut menyatakan dalam tulisannya agar Achraf tidak perlu terlalu mengglorifikasi ibunya, karena perempuan tak hanya harus berperan sebagai ibu.
"Terus terang saja, dalam tradisi Islam sampai hari ini, dalam Nahdlatul Ulama, perempuan itu pertama-tama adalah ibu. Itu sebabnya kami buat inisiasi, strategi gerakan perempuan dengan NU untuk mengedepankan peran perempuan sebagai ibu," kata Gus Yahya.
Gus Yahya melanjutkan, pandangan feminis tersebut bertentangan dengan nilai yang dianut oleh NU, yakni menyatakan ibu-ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.
NU tetap berpihak pada perempuan
Berita Terkait
-
Wapres Lempar Wacana 'Santrinisasi' Indonesia, Ketum PBNU Beri Tanggapan
-
Soal Ulangan Harian PAI Kelas 4 SD Bab 5 Kisah Hijrah Nabi Muhammad saw ke Madinah Kelas 4 SD MI Kurikulum Merdeka
-
Sekilas Profil KH Marsudi Syuhud, Tokoh PBNU yang Jadi Sorotan
-
Oh Yes! Kang Dedi Berpeluang Batal Jadi Duda, Tali Sepatu Bisa Disimpul Kembali
-
Hubungan Ibu dan Anak Angkat dalam Islam, Samakah dengan Anak Kandung?
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat
-
BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang
-
Kebakaran Hebat Pabrik Sandal di Tanah Tinggi Tangerang, Asap Pekat Selimuti Langit Malam
-
Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!