Meski mengaku memiliki perbedaan nilai dengan kalangan feminis mengenai posisi dan doktrin mengenai perempuan, Gus Yahya menegaskan bahwa NU tetap memberikan ruang ekspresi untuk perempuan.
Ia mengatakan, perempuan telah mengambil peran dalam sejarah Gerakan di internal NU sejak 1938, ketika digelar muktamar di Menes, Banten.
Ia bercerita ketika itu peserta muktamar NU hanya dihadiri oleh laki-laki. Namun, setelah itu muncul tuntutan dari sejumlah perempuan NU agar dapat hadir dalam muktamar itu.
Akhirnya, dengan penuh kebesaran hari, para kiai saat itu mengizinkan dua nyai untuk hadir dan berpidato di muktamar. Dua nyai itu adalah Nyai Djuaesih dan Nyai Siti Saroh.
Kesempatan berpidato itu digunakan kedua nyai itu untuk menuntut kesetaraan hak perempuan di kalangan pesantren untuk mendapatkan Pendidikan yang setara dengan laki-laki.
Sejak itulah, Gus Yahya menyebut setiap Muktamar NU digelar, maka aka nada satu ruangan rapat khusus untuk kader NU perempuan.
Gerakan dua nyai itu menjadi pelopor berdirinya organisasi otonom perempuan NU pada 1946 yakni Muslimat NU hingga melahirkan sejumlah kader perempuan NU yang potensial, seperti Alyssa Wahid dan Khofifah Indar Parawansa.
"Sejak itu, saya kira juga sebelumnya, walaupun belum menjadi sistem, belum menjadi fenomena yang merata, sudah mulai ada kesempatan bagi perempuan-perempuan NU untuk mengembangkan kapasitasnya," tandasnya.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Baca Juga: Wapres Lempar Wacana 'Santrinisasi' Indonesia, Ketum PBNU Beri Tanggapan
Berita Terkait
-
Wapres Lempar Wacana 'Santrinisasi' Indonesia, Ketum PBNU Beri Tanggapan
-
Soal Ulangan Harian PAI Kelas 4 SD Bab 5 Kisah Hijrah Nabi Muhammad saw ke Madinah Kelas 4 SD MI Kurikulum Merdeka
-
Sekilas Profil KH Marsudi Syuhud, Tokoh PBNU yang Jadi Sorotan
-
Oh Yes! Kang Dedi Berpeluang Batal Jadi Duda, Tali Sepatu Bisa Disimpul Kembali
-
Hubungan Ibu dan Anak Angkat dalam Islam, Samakah dengan Anak Kandung?
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser