Suara.com - Keluarga LH, korban tewas terkait kasus penembakan anggota Brimob Polda Kalimantan Utara (Kaltara), Brigadir W dilaporkan telah menyerahkan pakaian yang dikenakan korban saat penembakan kepada kepolisian. Barang bukti pakaian LH itu diberikan saat pihak keluarga melakukan pertemuan dengan Kapolres Malinau AKBP Andreas Deddy Wijaya pada Senin (6/2) malam.
Penyerahan barang bukti pakaian itu diungkapkan oleh Pejabat Sementara Kasubsi Humas Polres Malinau Humas Aipda Subandi.
Tak hanya menyerahkan barang bukti, pihak keluarga yang didampingi tim pengacara turut membuat laporan di Mako Polres Malinau terkait kasus penembakan yang telah menewaskan LH.
"Hari ini (Senin kemarin), pihak keluarga didampingi penasihat hukum menyerahkan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan almarhum saat kejadian, dan pihak Kepolisian akan mengawal proses hukum dengan transparan," katanya seperti dikutip dari Antara, Selasa (7/2).
Menurut Subanti, pihak keluarga meminta proses hukum ditangani serius dan transparan.
"Jadi mari kita kawal bersama kasus ini dan penanganan akan dilakukan secara transparan," kata Subandi.
Dia menambahkan bahwa kepolisian sangat serius dan berkomitmen untuk memeriksa kasus penembakan yang mengakibatkan seorang warga Desa Kaliamok yakni LH secara transparan.
Saat ini, penanganan kasus Brigadir W yang merupakan personel Intel Resmob Kompi 4 Yon A Pelopor Polda Kaltara tersebut menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kaltara untuk diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.
"Kapolres sudah menyampaikan, penegakan hukum ini akan dilakukan secara transparan dan akan diproses dengan seadil-adilnya. Saat ini juga Brigadir W sudah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut di Mapolda Kaltara," katanya.
Baca Juga: Geger! Terduga Pengedar Sabu Tewas Tertembak Oknum Brimob, Massa Mengamuk Rusak Mapolres Malinau
Diserang Massa
Mapolres Malinau Kaltara sempat menjadi sasaran penyerangan massa setelah peristiwa penembakan yang diduga dilakukan Brigadir W kepada LH. Penembakan itu disebut-sebut lantaran LH sebagai pengedar sabu-sabu. Meski sempat memanas, aksi penyerangan massa ke Mapores Malinau itu akhirnya bisa diredam.
Terkait kasus penembakan yang menewaskan LH, Kapolres Malinau AKBP Andreas Deddy Wijaya mengklaim telah menahan Brigadir W.
"Saya sudah menjamin juga sebagai Kapolres Malinau untuk menjamin bahwa proses (kasus) ini akan diproses seadil - adilnya. Dan saat ini pelaku penembakan (Brigpol W) sudah diamankan di Polda Kaltara," kata Andreas.
Kapolres menyampaikan atas perintah Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya bahwa pelaku penembakan untuk dilakukan pemeriksaan secara mendetail dan didalami lebih lanjut.
"Hal tersebut merupakan bentuk keseriusan pimpinan kami dalam hal ini bapak Kapolda untuk menindaklanjuti kasus tersebut," kata Andreas.
Berita Terkait
-
Geger! Terduga Pengedar Sabu Tewas Tertembak Oknum Brimob, Massa Mengamuk Rusak Mapolres Malinau
-
Proses Hukum Polisi Tembak Mati Warga Sipil di Sumba Barat Diminta Transparan
-
Iptu Haeruddin Dilaporkan Zina dan Poligami Tanpa Izin, Mandek di Polda Kaltara dan Polda Sulsel!
-
Jerit Hati Asnar Pratiwi usai Sang Suami, Iptu Haeruddin Berpoligami: Dibilang Wanita Pembawa Sial-Miskin
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Celah Hukum Kasus Febrie: Mengapa Pengalihan ke Kejagung Bisa Bikin Tersangka Menang Praperadilan?
-
Ibu Santri di Lombok Tengah: Anak Saya ke Pesantren untuk Belajar Agama, Bukan Dibakar Hidup-Hidup
-
Lebih Cepat di Kejagung, Yusril Ungkap Alasan Berkas Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan
-
RUU Perampasan Aset Berpotensi Dirombak, DPR Bahas Pembentukan Lembaga Khusus
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Habiburokhman Sebut Penahanan Febrie Adriansyah Sangat Urgen: Akan Kami Cek, Ditahan Apa Belum
-
Dalih Iseng Teror Bom SDN Srengseng, Polisi Gandeng Densus 88 Bongkar Motif Asli Pelaku
-
Prabowo Minta yang Pesimis Keluar dari RI, Pakar Komunikasi: Efektif tapi Berisiko Polarisasi
-
Kapolri Datangi Kejagung Usai Polemik Kasus Febrie Adriansyah, Tegaskan Tak Ada Konflik
-
Tangis Pecah di DPR, Ibu Santri Korban Pembakaran Ungkap Ancaman Sebelum Anaknya Tewas