Suara.com - Beredar kabar mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, disebut-sebut menjadi dalang kasus penembakan 6 pengawal Habib Rizieq Shihab di kilometer 50 tol Jakarta-Cikampek.
Kabar dengan narasi itu dibagikan oleh akun YouTube bernama Kabar Aktual Official pada Minggu, 19 Februari 2023. Dalam narasinya, akun ini menyebut jika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap keterlibatan Ahok dalam peristiwa KM 50.
Selain Ahok, sosok mantan Kadiv Propam sekaligus terpidana mati kasus Brigadir J, Ferdy Sambo, juga disebut menjadi salah satu aktor intelektual dalam peristiwa yang menewaskan 6 orang itu.
Sementara itu dalam thumbnail video, terlihat foto Ahok yang menengakan batik. Ahok juga tampak sedang berjalan sambil menunduk di sebuah ruangan.
Adapula foto Kapolri Listyo Sigit Prabowo di samping Ahok. Kemudian ditambah foto tokoh-tokoh FPI beserta loyalis Habib Rizieq.
Adapun narasi yang dibgaikan dalam judul video sebagai berikut:
"Gegerr!! Pak Sigit Buka Suara Soal Ahok di KM 50... #beritaterkini"
Selain judul, narasi dalam thumbnail atau sampul video adalah berikut ini:
"Pak Sigit Buka Suara Soal Ahok di KM 50!! Ikut Rencanakan. KM 50 Terus Memakan Korban. Kapolri Ungkap Peran Ahok di KM50."
Lantas benarkah narasi terkait yang dibagikan akun Kabar Aktual Official itu?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran, kabar seputar Ahok yang menjadi dalang kasus penembakan yang menewaskan 6 pengawal Habib Rizeq Shihab itu adalah tidak benar.
Faktanya, dalam video yang sudah ditonton lebih dari 10 ribu kali itu, ada ketidaksesuaian antara judul dan isinya. Pasalnya, isi video sama sekali tidak membahas tentang Ahok yang menjadi dalang atau terlibat kasus penembakan KM 50.
Sebaliknya, isi video itu justru berisi suara narator yang membacakan beberapa artikel tentang kejanggalan di kasus KM 50.
Narator juga membahas tentang pernyataan resmi Kapolri Listyo Sigit yang berjanji akan mengupas tuntas kasus itu secara terang benderang. Tak hanya itu, Kapolri juga berjanji akan membuka kembali penyidikan kasus KM 50 jika sampai ada novum baru yang diajukan.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Trending! Shin Tae-yong Sakit Hati dengan Ucapan Marselino Ferdinan karena Dicoret dari Timnas
-
Cek Fakta: Erick Thohir Pecat Shin Tae-yong, Tunjuk Arsene Wenger jadi Pelatih Timnas, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Edhie Baskoro Yudhoyono Jadi Tersangka Korupsi Hambalang, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Fuji dan El Rumi Semakin Mesra, Thariq Halilintar Depresi hingga Gila, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Sadis! Fuji Bongkar Aib Thariq dan Gen Halilintar Usai Putus, Benarkah?
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026