Suara.com - Persoalan pegawai Direktoral Jenderal Pajak (DJP), Rafael Alun Trisambodo, yang disorot harta kekayaan terus menjadi perbincangan. Salah satunya terkait efektivitas laporan harta kekayaan penyelanggara negara (LHKPN).
Hal ini disampaikan oleh pegiat media sosial Jhon Sitorus. Ia membagikan tangkapan layar berita terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengungkap kepemilikan mobil Rubicon yang ditunggani anak Rafael, Mario Dandy, saat menganiaya anak petinggi GP Ansor, David.
KPK menyatakan jika STNK mobil Rubicon itu bukan atas nama Rafael Alun Trisambodo, melainkan kakak Rafael Alun.
Temuan itu pun membuat Jhon Sitorus mempertanyakan fungsi LHKPN yang biasa digunakan untuk mendata dan memantau harta kekayaan pejabat negara.
Secara menohok, ia menyebut jika fungsi LHKPN hanya untuk lapor alih-alih menyelidiki harta kekayaan yang janggal, tentu hal itu bisa dilakukan siapa saja.
"Sebenarnya fungsi LHKPN itu apa sih? Untuk apa menuntut setiap pejabat wajib melaporkan LHKPN jika ternyata harta yang dilaporkan tidak terverifikasi?" tanya Jhon dalam Twitter seperti dikutip Suara.com, Kamis (2/3/2023).
"Apa jaminannya jika harta yang dilaporkan sesuai dengan kondisi sebenarnya? Kalau hanya sekadar lapor, anak ingusan juga bisa," tandasnya.
Pendapat dari Jhon Sitorus itu pun langsung mendapatkan atensi warganet. Mereka menuliskan beragam pendapat di kolom komentar cuitan Jhon. Tak sedikit yang menyetujuinya dan mempertanyakan fungsi LHKPN.
"Sepertinya pihak KPK memilih untuk jadi pendengar yang baik bang," komentar warganet.
Baca Juga: Enggan Jawab Asal Usul Harta, Rafael Alun Trisambodo Ngaku Lelah Hingga Dijuluki Si Paling Lelah
"Emang gak ada gunanya, ditumpuk jadi dokumen 'sampah'," tulis warganet.
"Sekadar formalitas aja kali itu bang (LHKPN)," nilai warganet.
"Tetap aja rakyat yang dikejar-kejar," tambah yang lain.
"Cemen amat kerja KPK, seribu nama orang bisa dipakai menyembunyikan harta kekayaan. Ya cek sumber dananya darimana, belum apaa-apa sudah bilang 'lanjutkan' - lanjutkan korupsinya - parah kali KPK ini," kritik warganet.
Berita Terkait
-
Enggan Jawab Asal Usul Harta, Rafael Alun Trisambodo Ngaku Lelah Hingga Dijuluki Si Paling Lelah
-
Gara-gara Gaya Hidup Hedon Mario Dandy, Jokowi Perintahkan Menteri Disiplinkan Anak Buah yang Pamer Kekayaan
-
Ngegasnya Jhon Sitorus Kritik Formula E Ibarat Jebakan Batman, Sindir Anies?
-
Peringatan buat Pejabat Tukang Pamer Harta: Ada Netizen yang Bisa Lacak dan Viralkan!
-
Rafael Alun Trisambodo dan Keluarga, Sorotan Publik karena Pamer Kekayaan di Media Sosial, Respons Jokowi?
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis
-
Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah
-
Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah
-
EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA
-
Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA
-
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa
-
Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi
-
Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun
-
JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka