Pendapatan para sopir kendaraan umum juga turun drastis karena tidak bisa bekerja seperti biasanya karena terjebak macet.
Satu orang meninggal dunia
Dalam peristiwa kemacetan parah itu, satu orang dikabarkan meninggal dunia. Korban merupakan seorang pasien yang diangkut menggunakan ambulans dari Sarolangun menuju Jambi.
Di tengah perjalanan, ambulans tersebut terjebak macet, sehingga pasien tersebut terlambat mendapatkan penannganan dan meninggal dunia di tengah kemacetan.
Alhasil, ambulans terpaksa putar arah kembali menuju Sarolangun. Para pengguna jalan membantu membuka jalan, sehingga ambulans bisa mengantarkan jenazah ke rumah duka.
Gubernur Jambi ambil tindakan
Usai peristiwa kemacetan parah hingga jatuh korban jiwa, Gubernur Jambi Al haris langsung menginstruksikan agar altivitas di mulut tambang batu bara disetop untuk sementara waktu.
"Kemacetan panjang pada Selasa sore dan malam hari sampai hari ini sehingga saya selaku Gubernur Jambi mengambil langkah yaitu tidak ada pengangkutan tambang dari mulut tambang sampai ke Jalan Nasional," Al Haris.
Dengan begitu, secara otomatis aktifitas truk pengangkut batu bara juga terhenti. Menurut dia, jalan nasional tersebut akan diperbaiki, setelah itu baru boleh dilintasi Kembali.
Baca Juga: Warga Jambi Terjebak Macet Selama 22 Jam Akibat Kendaraan Truk Batu Bara
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Warga Jambi Terjebak Macet Selama 22 Jam Akibat Kendaraan Truk Batu Bara
-
Kota Solo Dikepung Macet, Makin Parah Saat Turun Hujan, Tak Ada Petugas yang Mengurai
-
Duh! Macet 22 Jam di Jalan Lintas Jambi, Pasien Meninggal di Ambulans hingga Ikan-Ikan Mati
-
Macet 22 Jam di Jalan Lintas Jambi, Pasien Meninggal di Ambulans, Ikan-Ikan Mati di Jalanan
-
Stok Masih Aman, PLN EPI Jamin Ketersediaan Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!