Suara.com - Persoalan dari kepala desa (kades) di seluruh Indonesia kini menjadi sorotan pemerintah. Unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan oleh persatuan kepala desa seluruh Indonesia pada Januari lalu ternyata belum juga selesai.
Para kades kembali menuntut pemerintah agar menaikkan anggaran dana desa sebesar 10 persen dari total APBN tahun 2024, atau tepatnya hingga Rp300 triliun.
Angka yang cukup besar tersebut dinilai mereka dapat meningkatkan kesejahteraan para kepala desa. Selain itu, dana desa itu membuat kades menjalankan banyak program pengembangan desa demi mencapai visi misi Indonesia Emas 2045.
Permintaan para kades itu ternyata menjadi perhatian para pejabat, termasuk Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Keduanya pun memberikan tanggapan yang berbeda saat menghadiri acara Desa Bersatu di GBK pada Minggu (19/03/2023). Megawati sendiri menegaskan kepada kades untuk fokus bekerja dulu, bukan meributkan dana desa.
"Kalau kalian (kepala desa) hanya bicara, mesti dibagi duitnya segini, mesti gini. Kerja dulu (untuk desa)," tegas Megawati di depan ribuan kepala perangkat desa di kompleks GBK.
Pernyataan Megawati pun disambut dengan riuh para kepala desa yang hadir. Megawati sendiri menilai pentingnya kontribusi kepala desa harus sejalan dengan anggaran yang diberikan.
Tak hanya Mega, Luhut pun ikut mengomentari soal tuntutan kepala desa ini.
"Mengenai Undang-Undang Desa dan seterusnya, saya kira tadi sudah dijelaskan biarlah nanti diproses dengan baik dan dilakukan dengan tenang. Jangan menimbulkan pertikaian di antara kita,” ucap Luhut.
Baca Juga: Momen Megawati Mengasihani Presiden Jokowi: dari Nasib hingga Tubuh Kurus
Permintaan itu pun digarisbawahi Luhut. Ia menyebut Presiden Jokowi juga fokus ingin mengembangkan desa-desa di Indonesia, dengan menganggarkan dana desa akuntabel dan efisien, sehingga visi misi dapat dicapai bersama.
Tak hanya itu, Luhut pun mengaku pemerintah juga sedang mempersiapkan regulasi yang jelas agar tidak menimbulkan protes dan ketersinggungan.
Namun lagi-lagi, pihak Apdesi selaku organisasi yang menaungi para kepala desa di Indonesia tetap pada pendiriannya. Hal ini pun disampaikan oleh Ketua Apdesi Surta Wijaya.
"Tetapi jangan selalu desa untuk dimarjinalkan (dari kota). Bukan perkotaan saja yang harus dibangun, tetapi di desa sekarang harus jadi garda terdepan sekarang," ujar Surta dalam acara Desa Bersatu.
"Agar tidak lagi orang berpikir, 'Mari kita ke kota'. Tidak lagi orang mengais ke kota, tetapi harus turun dan lari ke desa. Semua itu jawabannya adalah dana desa, sepakat? Jadi 10 persen ke depan harga mati dana desa dari APBN, setuju?" tandasnya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Momen Megawati Mengasihani Presiden Jokowi: dari Nasib hingga Tubuh Kurus
-
5 Curhatan Megawati Soekarnoputri Ketika Dibully Media: Mau Gugat Tapi Kasihan
-
Dedi Mulyadi Sebut Pengajuan Dana Desa Rp300 T Wajar: Baru 'Disawer' Dikit Aja Desa Udah Tumbuh
-
Blak-blakan, Jokowi Akui Pertemuan dengan Megawati di Istana Bahas Capres PDIP
-
Sebut Jokowi Makin Kurus Kering Gegara Urus Negara, Megawati jadi Bulan-bulanan Warganet: Coba Orang Biasa yang Ngomong Pasti Langsung Diciduk!
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Tak Bisa Lagi Sembarangan, RUU PPRT Bakal Atur Perusahaan Berbadan Hukum yang Boleh Salurkan PRT
-
Kejagung Periksa Kasi Intel Bea Cukai Aceh Terkait Dugaan Korupsi Ekspor POME
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka
-
Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tak Hanya Outsourcing, Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq juga Kuasai Proyek Makan-Minum di 3 RSUD
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas