Suara.com - Hakim Guntur Hamzah terbukti melanggar kode etik karena ikut mengubah putusan Mahkamah Konstitusi soal uji materi UU MK. Akibatnya, ia mendapatkan sanksi tertulis oleh Majelis Kehormatan MK.
Sanksi tersebut diberikan lewat Putusan Nomor 1/MKMK/T/02/2023 yang dibacakan dalam sidang pleno pembacaan putusan di Gedung MK, Senin (20/03/2023) kemarin.
Sebagai informasi, kasus pengubahan keputusan MK itu sendiri dilakukan oleh Guntur hanya beberapa jam usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai hakim MK pada 23 November 2022 lalu.
Guntur Hamzah sendiri bukanlah sosok baru di dunia hakim. Pengabdiannya di dunia hukum dimulainya sejak masih berkuliah.
Pria bernama lengkap Prof. Dr. M. Guntur Hamzah, S.H., M.H. ini merupakan putra daerah Makassar, Sulawesi Selatan. Ketertarikan Guntur di bidang hukum pun dijalaninya sejak menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
Ia juga berhasil menyelesaikan pendidikan magister hukumnya di Universitas Padjajaran, serta melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dengan meraih gelar doktor di Universitas Airlangga.
Keberhasilannya menyelesaikan pendidikan hukum sampai menyabet gelar doktor, membuat Guntur diangkat menjadi Guru Besar di bidang Hukum Administrasi Negara dan Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin pada 2006.
Sosoknya juga diketahui pernah melakukan penelitian dan kerjasama dengan beberapa universitas ternama dunia. Sebut saja Chulangkron University Thailand, NU Singapore, Universitas Kebangsaan Malaysia, Maastricht University dan Utrecht University Belanda.
Tak hanya berkutat di bidang akademik, karier Guntur di dunia hakim pun dimulai pada 2003. Kala itu, dirinya ditunjuk sebagai Legislative Drafter di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI).
Baca Juga: Bersalah pada Kasus Suap Putusan MK, Guntur Hamzah Dijatuhi Sanksi Teguran Tertulis
Ia juga tercatat pernah menjadi anggota Tim Ahli Unit Pengelola Reformasi Birokrasi Nasional (UPRBN) tahun 2010. Kemudian lanjut sebagai Tenaga Ahli pada Direktorat Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI tahun 2011 hingga 2012.
Guntur juga sempat mengemban jabatan sebagai Kepala Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi di MK hingga tahun 2015.
Pada tahun yang sama, Guntur kemudian menjabat sebagai Sekretaris Jenderal MK, sebelum akhirnya pada 23 November 2022, Guntur mendapat tugas negara menjadi Hakim Konstitusi.
Kini, Majelis Kehormatan pun sedang memproses pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Guntur Hamzah untuk ditindaklanjuti.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Bersalah pada Kasus Suap Putusan MK, Guntur Hamzah Dijatuhi Sanksi Teguran Tertulis
-
Ipar Jokowi Kembali Jabat Posisi Tertinggi Mahkamah Konstitusi, Berapa Gaji Ketua MK?
-
Jadi Ketua MK Lagi, Anwar Usman Tegaskan Statusnya Sebagai Ipar Jokowi Tidak akan Pengaruhi Integritas
-
MKMK Akan Bacakan Putusan, Anwar Usman Ogah Komentar Banyak: Kami Tak Boleh Intervensi
-
Adik Iparnya Kembali Jabat Ketua MK, Begini Anwar Usman Ucap Sumpah Jabatan di Depan Jokowi
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?