Suara.com - Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail mengingatkan potensi kelangkaan komoditas pangan menjelang Hari Raya Idulfitri. Salah satu di antaranya yang kerap sulit ditemukan tapi sangat dibutuhkan masyarakat adalah minyak goreng.
Ismail mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus menjadikan potensi kelangkaan ini perhatian khusus. Apalagi jika terjadi, akan menimbulkan kegaduhan hingga terjadi panic buying.
“Ini perlu konsen soal minyak goreng karena ini yang sering tidak terduga. Belajar dari pengalaman kemarin, itu kan sangat rentan tiba-tiba hilang dari pasaran," ujar Ismail kepada wartawan, Senin (27/3/2023).
"Ini satu hal yang perlu diantisipasi. Karena ini yang jadi pencetus masyarakat itu jadi panic buying,” jelasnya menambahkan.
Selain itu, ia juga menyebut harga sejumlah komoditas seperti beras premium, telur, cabai, dan bawang telah mengalami kenaikan. Ia mengaku khawatir lantaran Jakarta sangat berpengaruh dengan inflasi nasional.
Oleh karena itu, politisi PKS ini meminta agar Pemprov DKI melakukan sinergi dengan pemerintah pusat untuk menstabilkan harga pangan di Jakarta.
“Minyak kita sekarang jadi Rp15 ribu satu kemasan. Daging tadi saya cek Rp140 ribu. Terus beras rata-rata naiknya Rp500 sampai Rp1.000. Lalu bawang merah, bawang putih dan cabai juga naik,” jelasnya.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono melakukan kunjungan ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (17/3/2023). Hal ini dilakukan untuk mengecek ketersediaan sembako menjelang bulan puasa.
Usai menerima laporan dan mengecek gudang, ia memastikan ketersediaan sembako aman menjelang bulan Ramadan. Ia memastikan kebutuhan masyarakat tersedia dan terdistribusi dengan baik ke seluruh wilayah DKI Jakarta.
Baca Juga: Baru Sehari Dibuka Langsung Ludes! Pendaftaran Mudik Gratis dari Pemprov DKI Ditutup Sementara
Dalam kegiatan itu, Heru juga melepas 12 kendaraan pasar murah untuk mengisi bazar pangan di Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, serta Kantor Wali Kota dan Kantor Kelurahan. Kegiatan ini merupakan upaya pengendalian inflasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta bersama Bank Indonesia, Badan Pangan Nasional, dan Badan Urusan Logistik (Bulog).
"Kita mengecek kepastian sembako, salah satunya adalah beras. Nanti, Pak Arief (Kepala Badan Pangan Nasional) juga mengecek di Kramat Jati. Pagi ini kita juga melepas beberapa kendaraan pasar murah untuk menuju ke lokasi-lokasi yang dekat dengan masyarakat," ujar Heru di lokasi.
Heru menjelaskan, setiap kendaraan yang dilepas hari ini berisi beras medium satu ton, beras premium 100 kilogram, gula pasir 100 kilogram, tepung terigu 40 kilogram, minyak goreng 480 liter, minyak goreng premium FS 120 liter, telur ayam negeri 30 kg, daging ayam beku 4 ton, dan daging sapi beku 4 ton.
Sementara itu, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo menjelaskan, terdapat penurunan harga sembako menjelang Ramadan. Untuk harga beras, dibandingkan dengan tiga pekan yang lalu, terjadi penurunan kurang lebih 1-1,5 persen.
"Kepala Badan Pangan Nasional juga telah menyampaikan rilis yang mana sudah ditentukan harga floor price untuk gabah kering panen dan harga eceran tertinggi (HET) yang baru. Sehingga, harga tersebut akan terkendali,” jelasnya.
Saat ini, lanjutnya, stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang tersedia sekitar 19-20 ribu ton. Dalam waktu dekat, juga akan masuk kembali stok beras, sehingga ketersediaan bisa mencapai 30 ribu ton.
Berita Terkait
-
Daftar Libur dan Cuti Bersama Selama April 2023, Bukan Cuma Libur Idul Fitri
-
Pengamat Sarankan Pemprov DKI Terapkan WFH Sebagian Demi Hindari Macet di Bulan Ramadhan
-
Mendag Zulkifli Hasan Sebut Anggaran Buka Puasa Bersama Dialihkan untuk Bantuan ke Masyarakat
-
Kuota Mudik Gratis 2023 Sudah Penuh, Dishub DKI: Tak Ada Penambahan
-
Takut Tunjangan Dipotong, Seluruh ASN Pemprov DKI Diklaim Tak Bolos di Hari Kejepit
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?