Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sorotan. Namun kini sorotan itu bukan dari publik, melainkan dari Dewan Pengawasnya.
Dalam tayangan di kanal YouTube resmi KPK, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menyatakan, empat tahun di bawah kepemimpinan Firli Bahuri, KPK sudah berjalan di jalur yang tepat.
Meski begitu, ia menyayangkan jika hingga kini KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri belum berhasil mengungkap kasus besar atau ‘the big fish’.
"KPK sampai saat ini masih on the track di dalam pemberantasan korupsi, baik bidang pencegahan maupun penindakan. Hanya sayangnya kita belum berhasil mengungkap kasus-kasus yang besar, kasus-kasus yang kita beri nama dulu 'the big fish' itu jarang terjadi dilakukan oleh KPK," ujar Tumpak, dikutip pada Senin (27/3/2023).
Menurut dia, KPK di bawah Firli lebih banyak mengungkap kasus korupsi dengan sistem Operasi Tangkap Tangan (OTT). Adapun OTT tersebut, lanjut Tumpak, lebih banyak yang melibatkan aparatur negara.
"Cuma sayangnya itu, ya, saya bilang kita kurang bisa membongkar kasus-kasus yang sifatnya besar, karena kita mesti tahu juga bahwa kegiatan KPK itu harusnya terasa menyejahterakan masyarakat banyak, ada yang dirasa oleh publik," ucapnya.
Lantas seperti apa jejak kinerja Firli bahuri selama memimpin KPK? Berikut ulasannya.
Kinerja 100 hari pertama
Firli Bahuri dilantik menjadi Ketua KPK sejak Jumat (20/12/2019). Ia dan lima pimpinan KPK lainnya dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.
Baca Juga: CEK FAKTA: Rumah Mewah Ganjar Pranowo Disita KPK, Terkait Aliaran Dana 300 T, Benarkah?
Dalam 100 hari pertama, Indonesia Corruption Watch (ICW), memberikan catatan mengenai kinerja KPK di bawah pimpinan Firli. Hasilnya, menurut ICW, dalam 100 hari pertama, kinerja KPK masih minim prestasi dan cenderung memunculkan kontroversi.
"Tepat pada pekan ini genap 100 hari lima Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih memimpin lembaga anti rasuah itu. Alih-alih menunjukkan kinerja yang lebih baik dari periode sebelumnya, justru yang dihasilkan adalah berbagai kontroversi. Karena itu pula, kepercayaan publik terhadap KPK turun drastis," kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana pada Senin (23/3/2020) silam.
Menuai sejumlah kontroversi
Dalam penilaian kinerja 100 pertama itu, peneliti ICW Kurnia Ramadhana juga menyatakan KPK menuai sejumlah kontroversi.
Di antaranya adalah KPK gagal menangkap dua buronan korupsi, yakni Harun Masiku dan Nurhadi. Kurnia juga menyoroti tidak transparannya informasi penanganan perkara pada publik.
Tiga tersangka kabur di era Firli
Berita Terkait
-
Waduh! Pemerintah Korupsi, KPK Geledah Kantor Kementrian ESDM
-
CEK FAKTA: Rumah Mewah Ganjar Pranowo Disita KPK, Terkait Aliaran Dana 300 T, Benarkah?
-
KPK Segera Periksa Harta SF Hariyanto, Buntut Anak-Istri Pamer Kekayaan
-
KPK Telisik Korupsi Cukai Rokok di Pelabuhan Bebas Bintan Kepri, Nilainya Ratusan Miliar Rupiah
-
Kasus Pemotongan Gaji Capai Puluhan Miliar, KPK Sudah Tetapkan Tersangka Korupsi di Kementerian ESDM
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Suara Rakyat Indonesia Atas Serangan AS-Israel yang Guncang Iran
-
Terhalang Mendung dan Hujan, Warga di TIM Saksikan Gerhana Bulan via Streaming
-
Bukan Keracunan MBG! BGN Ungkap Fakta Medis Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara
-
Pramono Anung Obral Hak Penamaan Seluruh Halte di Ibu Kota: Percuma Bagus Kalau Tak Ada Penghasilan
-
Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil
-
Cara Pramono Kikis Jurang Kaya-Miskin di Jakarta: Genjot Beasiswa Luar Negeri dan Pendidikan Tinggi
-
Tepis Rumor Jurnalis Israel, Qatar Tegaskan Tak Ikut Serang Iran: Kami Hanya Membela Diri
-
Polri Pastikan Isu 30 Kilogram Sabu Meleleh Akibat Cuaca Panas Adalah Hoaks
-
Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak
-
Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama