Suara.com - Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Abu Bakar Tertusi tak pernah menyangka, anaknya terseret kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pelajar SMA bernama Muhammad Syamil Akbar.
Kecelakaan maut itu terjadi di persimpangan Ragunan, Jakarta Selatan pada Minggu dini hari (12/3/2023) lalu.
Menurut keluarga korban, Syamil diserempet oleh mobil Mercedes Benz GLA hingga mengakibatkan korban terpental dan meninggal di lokasi kejadian.
Pengemudi mobil itulah yang merupakan anak dari Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Abu Bakar Tertusi.
Namun menurut kepolisian, motor yang ditumpangi Syamil melaju dengan kecepatan tinggi dan menerobos lampu merah, sehingga tertabrak mobil Mercedes Benz GLA alias Mercy tersebut.
Penabrak diduga dalam keadaan mabuk
Menurut kakak Syamil yang berinisial N, saat peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa adiknya itu, pengemudi mobil Mercedes Bens GLA diduga dalam keadaan mabuk.
Hal itu diketahui ketika ibunya menemui penabrak anaknya di RSUD Pasar Minggu, tak lama setelah peristiwa nahas itu terjadi.
Menurut dia, ketika ibunya bertemu dengan pengemudi mobil Mercedes Bens GLA itu, terciumaroma alkohol dari mulutnya.
Baca Juga: Bukan Karena Viral, Ini Alasan Polisi Datangi Rumah Korban Kecelakaan Maut yang Libatkan Anak Polisi
Kombes Abu Bakar pasrah
Meski anaknya terlibat dalam kecelakaan tersebut, Kombes Abu Bakar mengaku menyerahkan kasus ini kepada kepolisian,
Ia bahkan mengaku sama sekali tidak akan mempermasalahkan jika nanti anaknya terbukti bersalah dan terjerat hukum.
Karena itulah ia meminta Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan melanjutkan proses hukum kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anaknya.
Dirinya pun mengaku menyesalkan peristiwa itu terjadi. Namun ia meyatakan tidak bisa berbuat apa-apa, sebab saat ini Kombes Abu Bakar tengah bertugas di Polda NTB.
Lantas seperti apakah sosok Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Abu Bakar Tertusi? Berikut ulasannya.
Berita Terkait
-
BREAKING NEWS! Mobil Bupati Kuningan Acep Purnama Alami Kecelakaan Maut, Ada Korban Tewas
-
Rekam Jejak Ronald Worotikan, Ditunjuk KPK Jadi Direktur Penyelidikan Geser Endar Priantoro
-
Ira Riswana Marah Putranya Dituding Lari dari Tanggung Jawab usai Tewaskan Pelajar di Ragunan
-
Polisi Benarkan Pengendara Mercy yang Terlibat Kecelakaan Maut di Ragunan Merupakan Anak Anggota Polri
-
3 Fakta Diduga Anak Petinggi Polri Tabrak Pelajar di Pasar Minggu, Satu Korban Meninggal
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Eks Anggota BAIS Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Operasi Liar untuk Diskreditkan Presiden
-
Polisi Klarifikasi Dugaan Prostitusi Sesama Jenis di Tambora: Bukan Prostitusi, Tapi Suka Sama Suka
-
Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara
-
Indonesia Menuju 300 Juta Penduduk, Siapkah Negara Menghadapinya?
-
Dasco Sebut Tak Ada Pembatasan Pembelian Pertalite dan Pertamax: Stok BBM Kita Cukup
-
Terungkap! Motif Keji Pembunuhan Mayat dalam Freezer di Bekasi, Gara-gara Tolak Ajakan Merampok
-
BGN Tegaskan 93 Persen Anggaran MBG Langsung untuk Masyarakat, Bantah Isu Dana Rp335 Triliun
-
Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Polisi Belum Temukan Keterlibatan Warga Sipil
-
DPR Apresiasi Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM, Dasco: Masyarakat Jangan Panik dan Menimbun
-
Polisi Ungkap Motif di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Karyawan Ayam Goreng di Bekasi