Suara.com - Nama Slamet Tohari atau Mbah Slamet, menggemparkan masyarakat Indonesia atas aksi pembunuhan berantai. Sosok yang mengaku dukun pengganda uang ini secara keji menghabisi nyawa 11 orang di Desa Balun, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Pelaku serial killer ini melakukan penipuan kepada belasan korban, lalu membunuh mereka secara keji. Berawal dari Facebook, di sanalah Mbah Slamet dibantu seorang kaki tangan, mempromosikan dirinya sebagai 'orang pintar'.
Mbah Slamet kemudian mulai melakukan aksi penipuan dengan mengklaim jasanya bisa menggandakan uang. Modusnya, ia mengiming-imingi korban bisa mendapatkan untung berlipat-lipat ganda, jika percaya menggandakan uang di tempatnya.
Tak main-main, Mbah Slamet berani menyebutkan perkiraan keuntungan. Misalnya jika korban menyetor uang Rp 40 juta hingga Rp 70 juta ke tempatnya, Mbah Slamet berjanji bisa menggandakan nominal itu menjadi Rp 5 miliar.
Segala janji manis yang keluar dari mulut si dukun itu rupanya membuat sejumlah korban tertarik. Naas, upaya menggandakan uang itu ternyata hanya akal-akalan pria berusia 45 tahun itu untuk menipu.
Demi menutupi kedok penipuannya, Mbah Slamet melancarkan aksi keji dengan melakukan pembunuhan terhadap para korban. Satu per satu korban yang datang ke dirinya, dihabisi dan dikubur di satu liang lahat, tepatnya di area perkebunan di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.
Belasan nyawa melayang di tangan Mbah Slamet. Para korban diketahui berasal dari beberapa daerah. Namun, aksinya masih tidak terendus sampai pada akhirnya, keluarga salah satu korban bergerak.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto menjelaskan bahwa kasus ini terbongkar dari laporan dari keluarga korban yang berinisial PO. Keluarga kehilangan kontak dengan PO sejak 24 Maret 2023.
Karena sudah dihubungi berkali-kali tidak ada jawaban, keluarga lantas melaporkan hilangnya PO ke kepolisian. Keluarga menyebut bahwa sebelum hilang, PO sempat mengabari sedang berada di kediaman Mbah Slamet lewat WhatsApp.
Dari sanalah polisi bergerak dan meringkus Mbah Slamet, sampai akhirnya kasus pembunuhan berantai terungkap. Belasan mayat yang dikubur oleh Mbah Slamet pun ditemukan.
Berita Terkait
-
Lebih Sadis dari Serial Killer Aki Wowon, Mbah Slamet 'Dukun Pengganda Uang' di Banjaranegara Bunuh 11 Orang Pakai Racun Potas
-
Pembunuhan di Banjarnegara, Dukun Pengganda Uang Kesal Saat Ditagih Hasilnya
-
Profil Mbah Slamet: Dukun Serial Killer Bunuh 11 Orang di Banjarnegara
-
Mirip Serial Killer Wowon, Mbah Slamet Bunuh 11 Orang Pakai Racun Potasium
-
Ini Awal Mula Aksi Keji Dukun Slamet Terbongkar, Ngaku Bisa Gandakan Uang hingga Bunuh Korban-korbannya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
"Celana Saya Juga Hancur", Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas