Suara.com - Buka puasa merupakan waktu yang paling ditunggu oleh umat Muslim setelah melalui ibadah puasa seharian penuh. Berbagai hidangan disiapkan untuk membunh dahaga dan rasa lapar. Namun, sebelum Anda berbuka, tak lupa untuk membaca doa buka puasa ramadan sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW.
Untuk menyempurnakan ibadah puasa, maka Anda perlu mengakhirinya dengan membaca doa buka puasa yang benar. Apakah Anda tahu apa bacaan doa buka puasa ramadan dan waktu yang tepat untuk membacanya? Simak tulisan berikut ini.
Doa merupakan ungkapan rasa syukur kita terhadap Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Termasuk juga membaca doa sebelum buka puasa Ramadhan. Sama halnya dengan kita mengucap rasa syukur karena Allah telah memberikan kekuatan terhadap kita setelah sehari menahan dir dari haus dan lapar.
Selain itu, membaca doa buka puasa sangatlah dianjurkan. Karena buka puasa adalah waktu yang istimewa sehingga doa kita tidak akan tertolak. Jadi sangat disayangkan jika kita melewatkan kesempatan berharga itu.
Lantas bagaimana bacaan doa buka puasa Ramadhan yang shahih itu? Sebaiknya kapan doa buka puasa itu dibaca? Simak ulasannya berikut ini.
Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan yag Shahih
Dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim serta Abu Daud menyebutkan bahwa ada dua versi doa buka puasa yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW. Berikut ini bacaannya:
1. Doa Berbuka Puasa Ramadhan Menurut HR Bukhari dan Muslim
Allahumma laka shumtu wa bikaa amantu wa'alaa rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimiin.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa dan Adzan Maghrib di Wilayah Yogyakarta, Tanggal 4 April 2023
2. Doa Berbuka Puasa Ramadhan Menurut HR Abu Daud
Dzahabaz zhama'u wabtaallatil 'uruqu wa tsabatal ajruu, insyaallah.
Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."
Waktu Terbaik Baca Doa Buka Puasa Ramadhan
Terdapat pendapat yang berbeda mengenai waktu membaca doa buka puasa ini. Ada yang memperbolehkan membacanya sebelum berbuka. Ada pula yang berpendapat doa buka puasa dibaca setelah kita minum atau makan untuk membatalkan puasa.
Namun berdasarkan sunnah, hendaknya kita membaca doa buka puasa setelah selesai makan atau minum. Penempatan bacaan doa buka puasa ini adalah dengan memandang makna dalam doa buka puasa tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha dalam bukunya yang berjudul Hasyiyah I’anah at-Thalibin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat