Pembunuhan berantai oleh dukun yang mengaku bisa menggandakan uang, Slamet Tohari atau Mbah Slamet saat ini cukup mengagetkan masyarakat dan juga warga yang ada di Banjarnegara, Jawa Tengah
Istri Slamet, Seneh mengaku kaget bahwa suaminya melakukan tindakan yang sangat keji itu. Seneh juga mengatakan bahwa ia tidak pernah mengetahui apa pekerjaan yang dilakoni oleh Slamet.
Seneh menyebutkan suaminya juga sudah satu tahun tidak pulang ke rumah. Pada saat suaminya masih tinggal di rumah, Seneh menyebut bahwa rumahnya selalu ramai didatangi tamu dan ia hanya bertugas untuk menyediakan minuman saja.
Alih-alih merasa sedih, Seneh malah mengaku bersyukur suaminya ditangkap polisi karena merasa sakit hati dengan kelakuan suaminya tersebut.
Slamet sosok yang tertutup
Berdasarkan pengakuan dari warga Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, tidak banyak yang mengetahui jika Mbah Slamet Tohari berprofesi sebagai dukun pengganda uang.
Dalam kesehariannya, Slamet Tohari dan tersangka pembunuhan berantai dikenal sebagai sosok yang tertutup. Tidak banyak yang mengetahui juga terkait dengan aktivitas keseharian dari Mbah Slamet.
Istri sebagai pedagang kubis
Sementara itu, warga mengetahui bahwa istri sang pengganda uang Banjarnegara tersebut adalah pedagang kubis. Hal tersebut juga diungkap oleh Kepala Desa (Kades Balun), Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Mahbudiono. Ia menyebut bahwa pelaku pembunuhan berantai tersebut sehari-harinya jarang terlihat dan usahanya juga dinilai tidak jelas.
Baca Juga: 9 Jenazah Korban Pembunuhan Dukun Slamet di Banjarnegara Dimakamkan Massal
Kades tahu Slamet jadi dukun dari warga Palembang
Kades mengetahui pelaku adalah seorang dukun pengganda uang setelah adanya seorang korban asal Palembang yang membeberkan hal tersebut. Sementara itu, pada saat disinggung terkait dengan lahan tempat menguburkan para korbannya, Kades Balun menyebut bahwa tanah tersebut adalah milik dari orang tua tersangka.
Diberitakan sebelumnya bahwa petugas Polres Banjarnegara melakukan evakuasi 10 mayat yang dikubur pada sebidang kebun, Desa Balun, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Mayat-mayat tersebut diduga adalah korban pembunuhan berencana yang dilakukan oleh dukun “pengganda uang” Tohari (TH) alias Mbah Slamet yang berusia 45 tahun.
Proses evakuasi yang dilakukan oleh Polres Banjarnegara tersebut dibantu oleh tim SAR dan juga sukarelawan. Pada saat dibawa ke area lokasi kebun miliknya, sang dukun pengganda uang tersebut mengaku telah membunuh lebih dari satu orang.
Ia bahkan menunjukkan banyak gundukan tanah yang berisikan mayat korban kekejiannya. Polisi dan tim SAR yang melakukan penggalian di sekitar kebun dalam radius 20 meter, dan juga menemukan tulang belulang manusia serta bagian-bagian tubuh utuh yang telah dimasukkan dalam 10 kantong mayat.
Berita Terkait
-
9 Jenazah Korban Pembunuhan Dukun Slamet di Banjarnegara Dimakamkan Massal
-
8 Kasus Penipuan Penggandaan Uang yang Bikin Geger: Modus Kain Kafan sampai Dukun Slamet
-
Heboh Dukun Pelaku Pembunuhan Berantai, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?
-
9 Jenazah Korban Pembunuhan Berencana Dukun Mbah Slamet Dimakamkan di Banjarnegara
-
Detik-detik Terbongkarnya Aksi Keji Dukun Slamet: Berawal dari Laporan Orang Hilang, 12 Korban Ditemukan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus