News / Nasional
Selasa, 04 April 2023 | 20:14 WIB
Sosok Dukun Slamet yang Dibongkar Orang Dekat (Twitter/@LokalPendaki)

Pembunuhan berantai oleh dukun yang mengaku bisa menggandakan uang, Slamet Tohari atau Mbah Slamet saat ini cukup mengagetkan masyarakat dan juga warga yang ada di Banjarnegara, Jawa Tengah

Istri Slamet, Seneh mengaku kaget bahwa suaminya melakukan tindakan yang sangat keji itu. Seneh juga mengatakan bahwa ia tidak pernah mengetahui apa pekerjaan yang dilakoni oleh Slamet. 

Seneh menyebutkan suaminya juga sudah satu tahun tidak pulang ke rumah. Pada saat suaminya masih tinggal di rumah, Seneh menyebut bahwa rumahnya selalu ramai didatangi tamu dan ia hanya bertugas untuk menyediakan minuman saja.

Alih-alih merasa sedih, Seneh malah mengaku bersyukur suaminya ditangkap polisi karena merasa sakit hati dengan kelakuan suaminya tersebut.

Slamet sosok yang tertutup

Berdasarkan pengakuan dari warga Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, tidak banyak yang mengetahui jika Mbah Slamet Tohari berprofesi sebagai dukun pengganda uang.

Dalam kesehariannya, Slamet Tohari dan tersangka pembunuhan berantai dikenal sebagai sosok yang tertutup. Tidak banyak yang mengetahui juga terkait dengan aktivitas keseharian dari Mbah Slamet.

Istri sebagai pedagang kubis

Sementara itu, warga mengetahui bahwa istri sang pengganda uang Banjarnegara tersebut adalah pedagang kubis. Hal tersebut juga diungkap oleh Kepala Desa (Kades Balun), Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Mahbudiono. Ia menyebut bahwa pelaku pembunuhan berantai tersebut sehari-harinya jarang terlihat dan usahanya juga dinilai tidak jelas.

Baca Juga: 9 Jenazah Korban Pembunuhan Dukun Slamet di Banjarnegara Dimakamkan Massal

Kades tahu Slamet jadi dukun dari warga Palembang

Kades mengetahui pelaku adalah seorang dukun pengganda uang setelah adanya seorang korban asal Palembang yang membeberkan hal tersebut. Sementara itu, pada saat disinggung terkait dengan lahan tempat menguburkan para korbannya, Kades Balun menyebut bahwa tanah tersebut adalah milik dari orang tua tersangka.

Diberitakan sebelumnya bahwa petugas Polres Banjarnegara melakukan evakuasi 10 mayat yang dikubur pada sebidang kebun, Desa Balun, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Mayat-mayat tersebut diduga adalah korban pembunuhan berencana yang dilakukan oleh dukun “pengganda uang” Tohari (TH) alias Mbah Slamet yang berusia 45 tahun.

Proses evakuasi yang dilakukan oleh Polres Banjarnegara tersebut dibantu oleh tim SAR dan juga sukarelawan. Pada saat dibawa ke area lokasi kebun miliknya, sang dukun pengganda uang tersebut mengaku telah membunuh lebih dari satu orang.

Ia bahkan menunjukkan banyak gundukan tanah yang berisikan mayat korban kekejiannya. Polisi dan tim SAR yang melakukan penggalian di sekitar kebun dalam radius 20 meter, dan juga menemukan tulang belulang manusia serta bagian-bagian tubuh utuh yang telah dimasukkan dalam 10 kantong mayat.

Load More