Suara.com - Masa-masa mendekati Pemilu 2024 mendatang, kini kancah perpolitikan semakin riuh oleh berbagai polemik seperti digugatnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh Partai Beringin Karya (Berkarya) pada Selasa (4/4/2023) kemarin.
Diketahui bahwa alasan tuntutan tersebut adalah lantaran KPU tak meloloskan Partai Berkarya ke Pemilu 2024. Sontak langkah KPU tersebut dinilai sebagai pelanggaran hukum, berkaca pada klaim jajaran Partai Berkarya bahwa mereka telah memenuhi segala persyaratan.
"Kami siap dengan jumlah anggota 263.779 dari target minimal 214 ribuan. Sebaran sudah merata sesuai target masing-masing kabupaten dan kota, jumlah DPW provinsi 100 persen, DPD kabupaten dan kota 86 persen, dan DPC 80 persen," ungkap Fauzan di Makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Jumat (7/4/2023).
Sidang gugatan Partai Berkarya vs KPU akan ditangani oleh tiga hakim
Pejabat Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Zulkifli Atjo dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (6/4/2023) mengungkap bahwa ada tiga orang hakim yang mengadili gugatan Partai Berkarya.
Majelis hakim akan diketuai oleh Bambang Sucipto dengan Anggota Dulhusin dan Bernadette Samosir.
Berikut profil dari masing-masing anggota majelis hakim.
Hakim Ketua - Bambang Sucipto
Tak banyak informasi terkait dengan profil ketiga majelis hakim, namun dapat dipastikan bahwa ketiganya merupakan Hakim Utama Muda dengan Pangkat/Golongan Pembina Utama Madya (IV/d), sebagaimana yang digali dari laman resmi PN Jakpus.
Baca Juga: Duduk Perkara Partai Berkarya Gugat KPU ke Pengadilan, Tuntut Ganti Rugi Rp240 M
Kembali mengutip laman yang sama, Bambang Sucipto kini bergelar Sarjana Hukum sekaligus Magister Hukum. Diperoleh dari NIP yang tertera di laman tersebut, Bambang Sucipto merupakan kelahiran 1965.
Dikutip dari laman resmi PN Kediri, bahwa Bambang Sucipto pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kediri. Ia disumpah atas jabatannya tersebut sekaligus resmi dilantik pada 20 Desember 2016.
Anggota majelis hakim - Dulhusin
Mendampingi Bambang Sucipto, ada anggota majelis hakim Dulhusin yang juga berpangkat Hakim Utama Muda dengan Pangkat/Golongan Pembina Utama Madya (IV/d).
NIP Dulhusin menyebutkan bahwa dirinya merupakan kelahiran 1959. Dulhusin sempat menyidangkan kasus gugatan Ketua Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Provinsi Aceh, Safaruddin terhadap penutupan kantor oprasional Bank Mandiri, BCA dan BRI.
Anggota majelis hakim - Bernadette Samosir
Berita Terkait
-
Duduk Perkara Partai Berkarya Gugat KPU ke Pengadilan, Tuntut Ganti Rugi Rp240 M
-
Lihat Tingkah Jokowi bak King Maker Pemilu 2024, Megawati Disebut Sampai Geleng-geleng Kepala!
-
Demokrat Wanti-wanti Pihak Luar Jadi Sosok King Maker di Pemilu 2024, Sindir Jokowi?
-
Sejarah Partai Berkarya: Didirikan Anak Soeharto, Kini Desak Tunda Pemilu 2024
-
Contek Partai Prima, 5 Fakta Partai Berkarya Minta Pemilu 2024 Ditunda
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
Kisah Nuryati Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Kehabisan Oksigen Usai Gagal Dievakuasi Lewat Jendela
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
Pakar UGM Soroti Efek Domino Tabrakan Kereta Bekasi: Pelanggaran di Perlintasan Jadi Pemicu Maut!
-
Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Tegaskan Komunikasi Harus Agresif Tak Hanya Proaktif
-
15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan
-
Presiden Soroti Jalur Kereta Tanpa Palang, Menhub Janji Segera Pasang Pintu Perlintasan Baru
-
Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario
-
Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi
-
Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan
-
Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran