Suara.com - Kejanggalan pelaku penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (2/5/2023) lalu mulai terendus. Diketahui pelaku yang bernama Mustopa itu meninggal dunia setelah melakukan aksinya.
Pelaku asal Lampung itu mendadak pingsan saat petugas berusaha melumpuhkannya. Ia kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat dan dinyatakan meninggal dunia. Jenazah Mustopa kini masih ditangani oleh pihak Kepolisian Polres Jakarta Pusat untuk diotopsi.
Polisi pun menemukan sejumlah fakta dan kejanggalan dari riwayat hidup Mustopa. Lalu, apa saja kejanggalan tersebut? Simak inilah selengkapnya.
Pernah jadi residivis
Polisi pun berhasil mendapatkan data-data soal Mustopa. Sosoknya ternyata pernah menjadi residivis di Lampung pada tahun 2016 karena merusak kantor Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung.
Hal ini pun memunculkan pertanyaan alasan Mustopa bisa bebas dari jeratan penjara usai melakukan tindak pidana.
Sempat kirim surat ke Ketua MUI dan ngaku sebagai nabi
Tak hanya itu, MUI mengatakan bahwa Mustopa sempat mengirimkan surat ke Ketua MUI Pusat dan mengaku sebagai "orang yang diutus" atau nabi.
Namun, surat ini tidak begitu ditanggapi karena dianggap hanya surat "kaleng" dari orang yang iseng.
Baca Juga: Istri Sebut Mutasi Rp 800 Juta Rekening Mustopa NR dari Anak yang Kerja di Luar Negeri
Isi suratnya minta dipenjara seumur hidup
Usai penembakan terjadi, polisi pun menemukan sepucuk surat yang diduga ditulis oleh Mustopa. Di dalam surat tersebut, Mustipa meminta agar dirinya dipenjara seumur hidup atau dihukum mati jika keinginannya tak dapat terwujud.
Ada transaksi ratusan juta di rekening Mustopa
Penyelidikan pun juga dilakukan oleh PPATK yang memiliki hak untuk mengecek transaksi di rekening seseorang. Faktanya, ada transaksi hingga Rp 800 juta yang terjadi di rekening Mustopa.
Kejanggalan ini pun diungkap Ketua Kelompok Humas, M Natsir. Ia pun mengaku profesi Mustopa yang diketahui sebagai petani biasa membuat pihak PPATK curiga akan keberadaan dan asal uang sebesar Rp 800 juta ini.
"Kalau kita sesuaikan dengan profilnya, tidak sesuai ya (harta dan profesinya)" ungkap M Natsir.
Berita Terkait
-
Istri Sebut Mutasi Rp 800 Juta Rekening Mustopa NR dari Anak yang Kerja di Luar Negeri
-
5 Fakta Transaksi Janggal Rp800 Juta Mustopa NR, Istri Bantah Uang Haram
-
Istri Mustopa Ungkap Mutasi Rp 800 Juta di Rekening Suaminya Bersumber dari Tiga Anaknya yang Bekerja di Luar Negeri
-
Gede Banget! PPATK Ungkap Jumlah Rekening Milik Tersangka Penembakan Kantor Pusat MUI, Berapa Nilainya?
-
Kasus Penembakan Kantor MUI Polisi Periksa 19 Saksi, Diantaranya dari Keluarga Mustopa
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China