Suara.com - Wakil Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman memastikan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) tetap solid bareng NasDem, PKS, dan Demokrat. Soliditas ketiga partai itu tidak terganggu sekalipun dengan manuver sejumlah partai politik yang membuka komunikasi masing-masing dengan partai-partai di KPP.
Sohibul menyampaikan KPP tidak terganggu dengan hal itu lantaran setiap partai di KPP yang hendak melakukan pertemuan dengan parpol lain, sudah terlebuh dulu melaporkan. Begitu pula ketika selesai bertemu, hasil pertemuan turut disampaikan.
"Jadi semuanya, kami sangat terbuka karena itu lah yang menguatkan koalisi ini ya. Jadi kalau teman-teman banyak yang bertanya, misalkan meragukan, 'gimana kondisinya koalisi?', saya katakan baik-baik saja, dengan segala dinamika yang ada," kata Sohibul di Sekretariat Perubahan, Jalan Brawijaya X, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2023 ).
Sohibul berujar ketiga partai sama-sama saling menguatkan. Diakui dirinya, godaan-godaan dari partai lain untuk merapakan kepada mereka memang ada. Tetapi hal itu direspons mengajak balik partai terkait untuk gabung ke KPP.
"Kami semuanya saya kira sudah dewasa ya dalam berpolitik, tidak melihat adanya komunikasi-komunikasi itu sebagai sebuah upaya penghianatan. Kita melihatnya justru itu sebagai bagian dari kedewasaan kita berpolitik. bahwa pilihan koalisi bisa berbeda tetapi ya tetap membangun persahabatan," kata Sohibul.
Kedewasaan berpolitik itu yang diharapkan Sohibul ada pada diri masyarakat. Ia berharap masyarakat tidak gampang terpancing emosi melihat komunikasi terbuka yang belakangan dijalin pargai politik, kendati berbeda koalisi.
"Saya kira ini yang harus menjadi catatan dan mudah-mudahan masyarakat, publik, juga bisa memahami ini secara dewasa, ya, tidak emosional yang melihat pertemuan-pertemuan seperti itu," kata Sohibul.
Berita Terkait
-
Ketua DPP NasDem: Luhut dan Surya Paloh Diskusi soal Cawapres Anies
-
Jokowi Kumpulkan 6 Ketum Parpol, Andy Arief Menaruh Curiga Mau Tersangkakan Anies Baswedan
-
Luhut Endorse Nama Cawapres Buat Anies ke Surya Paloh
-
Soroti Berita Soal Anies Terbang ke Langit Isyarat Presiden 2024, Yusuf Dumdum: Akalnya Sudah Kram
-
CEK FAKTA: Demi Anies Baswedan, Sandiaga Uno Mundur dari Kabinet
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?