Suara.com - Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim rampung mejalani proses klarifikasi terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya di Gedung KPK Kuningan Jakarta pada Rabu (17/5/2023).
Chusnunia menjalani proses klarifikasi kurang lebih empat jam. Sebelumnya, ia tiba di Gedung KPK sekira jam 09.00 WIB dan selesai diklarifikasi oleh penyidik KPK sekira jam 13.02 WIB.
Tak jauh berbeda dengan sikap bawahannya yang terlebih dahulu dipanggil KPK Kadinkes Lampung Reihana, Chusnunia memilih bungkam dan menghindari wartawan yang telah menantikannya untuk diminta keterangan pemeriksaan.
Sebelumnya, Chusnunia sempat kembali masuk ke lobby KPK untuk menghindari awak wartawan yang menantinya. Dia kembali ke luar, dan memilih tetap bungkam saat dicecar wartawan dengan sejumlah pertanyaan terkait pemeriksaannya dan kondisi infrastruktur di Lampung.
Hingga sejauh ini belum diketahui alasan KPK memanggil Chusnunia. Lembaga antikorupsi hanya menyampaikan orang nomor dua di Lampung itu dipanggil untuk diklarifikasi LHKPN.
Merujuk pada LHKPN miliknya yang dilaporkan 2021, Chusnunia memiliki kekayaan Rp 13.663.133.913 atau sekira Rp 13 miliar.
Keseluruhan harta kekayaan Chusnunia jumlahnya mayoritas disumbang oleh aset jenis tanah dan bangunan yang ditakar dengan nilai Rp 6.887.100.000 alias Rp 6,8 miliar. Politisi perempuan ini memiliki aset tanah dan bangunan sebanyak 6 unit yang tersebar di beberapa daerah di Lampung.
Selain itu, Chusnunia juga memiliki alat transportasi dan mesin, senilai Rp 425.000.000. Berikut rincian dari kendaraan milik Chusnunia.
Mobil, Honda Accord Sedan Tahun 2010, Hasil Sendiri Rp 125.000.000, Mobil, Toyota Alphard Minibus Tahun 2014, Hasil Sendiri Rp 300.000.000.
Baca Juga: Wagub Lampung Dan Walkot Pangkal Pinang Penuhi Panggilan KPK, Sekda Jatim Minta Jadwal Ulang
Chusnunia juga menyimpan harta kekayaan jenis Kas dan Setara Kas senilai Rp 6.351.033.913. Chusnunia terbebas dari utang sehingga nominal harta kekayaannya tak berubah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL