Suara.com - Doa iftitah adalah doa sunnah yang dibaca dalam sholat. Doa iftitah ini diucapkan setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama. Bagaimana bacaan lengkap doa iftitah beserta artinya?
Doa iftitah yang lengkap dan artinya berisi rangkaian kalimat pujian, permohonan perlindungan, serta penitisan ampunan kepada Allah SWT.
Doa iftitah merupakan doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Jika seorang Muslim melaksanakan sholat dan membaca doa iftitah, akan mendapatkan tambahan pahala dan berkah dari Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW selalu membaca doa iftitah sebelum melanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah.
Dalam hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah sempurna salatnya seseorang di antara manusia sehingga dia membaca takbir dan memuji Allah Azza Wajalla dan memuja-Nya dan membaca bacaan iftitah dan membaca apa yang mudah (yang hafal) baginya dari ayat-ayat Al-Quran." (HR. Abu Daud).
Doa iftitah sendiri memiliki beberapa versi. Berikut ini ada 4 versi lengkap tulisan arab latin.
Doa Iftitah Versi 1
“Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa'ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin.
Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.”
Baca Juga: Doa Mandi Wajib Setelah Haid dari Kanan ke Kiri yang Benar
Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.
Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim."
Doa Iftitah Versi 2
“Alhamdulillaahi hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih.”
Artinya: "Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah."
Berita Terkait
-
Doa Mandi Wajib Setelah Haid dari Kanan ke Kiri yang Benar
-
Doa Qunut Subuh Sendiri Panjang dan Pendek, Tulisan Arab Latin dan Artinya
-
Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk 7 Orang saat Idul Adha 2023 Lengkap Tata Cara
-
Cara Sholat Hajat Lengkap dengan Doa Yang Mustajab
-
Ini Arti Bacaan Sholat Lengkap dari Takbir sampai Salam
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Usai Terendam Banjir Lumpur 3 Meter
-
Kasus Kematian Diplomat Dihentikan, Keluarga Arya Daru Tempuh Langkah Hukum dan Siap Buka 'Aib'
-
Breaking News! KPK Resmi Tetapkan Eks Menag Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Profil Damai Hari Lubis: Dulu Garang Tuding Ijazah Palsu, Kini 'Luluh' di Depan Jokowi?
-
5 Sindiran Politik Tajam Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' yang Viral
-
Legislator DPR Bela Pandji: Kritik Komedi Itu Wajar, Tak Perlu Sedikit-sedikit Lapor Polisi
-
Bukan untuk Kantong Pribadi, Buruh Senior Depok Kawal Upah Layak bagi Generasi Mendatang
-
Giliran PBNU Tegaskan Pelapor Pandji Pragiwaksono Bukan Organ Resmi: Siapa Mereka?
-
Polemik Batasan Bias Antara Penyampaian Kritik dan Penghinaan Presiden dalam KUHP Baru
-
Dua Tersangka Hoax Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo, Sinyal Kasus Akan Berakhir Damai?