Suara.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap perjalanan proyek pembangunan menara BTS 4G dan infrastruktur pendukung BAKTI Kominfo sampai ketahuan dikorupsi. Ia menyebut meskipun anggarannya sudah ke luar, namun menara BTS-nya tidak terbangun.
Mahfud mengatakan kalau proyek pembangunan BTS itu sudah direncanakan sejak lama oleh pemerintah. Pembangunan menara BTS merupakan bagian dari proyek penyediaan layanan 4G di 7.904 desa yang masuk kategori 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal).
Awalnya, proyek pembangunan menara BTS itu berjalan baik sejak 2016 hingga 2019. Masalah lantas muncul pada tahun anggaran 2020.
"Yaitu ketika proyek senilai 28 sekian triliun itu dicairkan dulu sebesar 10 koma sekian triliun (rupiah) pada tahun 2020-2021," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (22/5/2023).
Masuk ke bulan Desember di mana harus ada laporan mengenai pembangunan menara BTS tersebut. Menurut Mahfud, menara-menara BTS yang seharusnya sudah dibangun hingga Desember 2021 ternyata tidak ada wujudnya.
"Ternyata sampai Desember tahun 2021 barangnya enggak ada, BTS-nya itu tower-towernya itu tidak ada," terangnya.
Karena ada pandemi Covid-19, akhirnya ada permintaan perpanjangan waktu untuk pembangunan karena anggarannya sudah keluar pada 2020-2021. Mahfud menyebut seharusnya permintaan itu tidak boleh disetujui secara hukum.
Namun pada akhirnya, permintaan itu dikabulkan hingga Maret 2021.
"Lalu dilaporkan sekitar 1.100 tower dari 4.200 yang ditargetkan, itu 1.100 tower dilaporkan jadi, sesudah diperiksa melalui satelit yang ada itu 958," ungkapnya.
Baca Juga: Cek Fakta: Mahfud MD Sebut Penangkapan Jhonny G Plate Hanya Upaya Jegal Anies Baswedan, Benarkah?
Dari 958 menara BTS itu juga, Mahfud menyebut belum bisa dipastikan apakah semuanya bisa berfungsi dengan baik. Karena ketika diambil 8 untuk sampel, tidak seluruhnya dapat berfungsi sesuai dengan spesifikasi.
Dari situ lah akhirnya muncul dugaan korupsi.
"Tetapi diasumsikan dulu bahwa itu benar dan itu nilainya hanya sekitar Rp 2,1 triliun. Sehingga masih ada penyalahgunaan dana atau ketidakjelasan dana yang tidak dipertanggungjawabkan dan nanti harus dipertanggungjawabkan di pengadilan itu sebesar 8 koma sekian triliun," jelasnya.
Laporan itu sudah disampaikan Mahfud kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Saat ini dirinya ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menkominfo menggantikan Johnny G Plate yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi BTS Kominfo.
"Banti saya yang akan menjalankan tugas dan bertanggungjawab menggunkan wewenang sebagai menteri sampai nanti ada keputusan baru dari presiden yang waktunya belum ditentukan."
Berita Terkait
-
PA 212 Tolak Konser Coldplay hingga Ancam Kepung Bandara, Mahfud MD Sebut Aparat Keamanan Siap Diterjunkan
-
PLT Menkominfo Mahfud MD Pastikan Proyek BTS Jalan Terus Usai Johnny G Plate Jadi Tersangka
-
Johnny G. Plate Tersangka Kasus Korupsi BTS, Ini Tugas Pertama PLT Menkominfo Mahfud MD
-
Cek Fakta: Mahfud MD Sebut Penangkapan Jhonny G Plate Hanya Upaya Jegal Anies Baswedan, Benarkah?
-
Menterinya Jadi Tersangka, Akun Kominfo Malah Berterima Kasih Atas Jasa Johnny G Plate, Warganet: Koruptor Diselamatin
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI
-
Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah
-
Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan