- Dukcapil Kemendagri menegaskan seluruh layanan administrasi kependudukan seperti KTP dan KK mutlak gratis tanpa biaya apapun.
- Direktur Jenderal Dukcapil mengimbau masyarakat segera melaporkan oknum yang meminta pembayaran saat mengurus dokumen kependudukan.
- Dukcapil mendorong masyarakat mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dapat diakses melalui telepon pintar.
Suara.com - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri menegaskan seluruh layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat tidak dipungut biaya alias gratis.
Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi mengatakan masyarakat tidak perlu membayar apa pun saat mengurus berbagai dokumen kependudukan seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK), hingga akta kelahiran.
“Layanan administrasi kependudukan itu gratis, tidak dipungut sepeser pun, tidak ada biaya apa pun,” kata Teguh dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Ia mengingatkan masyarakat untuk waspada jika menemukan oknum yang meminta bayaran dalam pengurusan dokumen kependudukan. Menurut Teguh, masyarakat bisa langsung melaporkan praktik tersebut kepada aparat penegak hukum maupun kepada pihak Dukcapil di daerah.
“Kalau ada oknum-oknum tertentu yang meminta biaya, silakan laporkan kepada aparat penegak hukum atau kepada kami maupun petugas daerah yang ada di sana,” ujarnya.
Selain menegaskan layanan adminduk gratis, Dukcapil juga terus mendorong masyarakat untuk mulai menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD). IKD merupakan versi digital dari dokumen kependudukan yang dapat diakses melalui ponsel pintar.
“Ke depan pemanfaatan IKD akan semakin masif dan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk layanan publik,” kata Teguh.
Ia menambahkan penggunaan IKD tidak hanya berlaku untuk layanan tertentu seperti di bandara, tetapi juga akan terintegrasi dengan berbagai layanan publik lainnya. Karena itu, Dukcapil mengajak masyarakat yang sudah memiliki ponsel pintar untuk segera melakukan aktivasi IKD.
“Sekarang mari kita sama-sama mulai mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital bagi masyarakat yang memiliki HP,” ujar Teguh.
Baca Juga: Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi
-
Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan
-
Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran
-
Dari Vietnam ke Bekasi: Rekam Jejak Maut Taksi Green SM Terungkap
-
KPK Periksa Billy Beras Terkait Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA
-
KPK Tegaskan Usulan Capres dari Kader Partai Tak Langgar Konstitusi
-
Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi, Ketua DPR Puan: Keamanan Jalur Harus Diperbaiki!
-
Basarnas Pastikan Evakuasi Tabrakan KRLArgo Bromo Selesai, Tak Ada Korban Tertinggal
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah