Suara.com - Baru-baru ini, Taiwan mengesahkan Undang-Undang Pengembangan Industri Budaya dan Kreatif, salah satunya adalah aturan untuk oknum atau calo tiket yang sengaja membeli tiket untuk dijual kembali dengan harga yang tinggi. Bagaimana di Indonesia, apakah calo tiket konser bisa dipidana?
Apabila di negara tentangg, hukuman yang dikenakan oleh para calo yang menjual tiket dengan harga yang tinggi ini berpotensi mendapatkan hukuman penjara selama tiga tahun dan denda berkali-kali lipat dari harga tiket. Mari mencari tahu jawaban apakah calo tiket konser bisa dipidana.
Calo Tiket Konser Coldplay
Maraknya praktik calo tiket yang dikeluhkan masyarakat ini muncul setelah calo tiket diduga menyabotase perang untuk mendapatkan tiket konser, seperti konser Coldplay yang akan diadakan pada 15 November 2023 mendatang.
Pembelian tiket tersebut banyak dikeluhkan masyarakat karena banyak orang yang tidak mendapatkannya. Bahkan setelah pembelian tiket berakhir, banyak orang yang menawarkan penjualan tiket dengan harga 5-6 kali lipat dengan perolehan keuntungan Rp700.000 hingga Rp3 juta per tiket.
Melihat banyaknya keluhan masyarakat atas calo tiket konser yang meresahkan ini, apakah calo tiket konser bisa dijerat pasal-pasal pidana?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), calo atau makelar merupakan orang yang menjadi perantara dan memberikan jasanya untuk menguruskan suatu hal berdasarkan upah. Biasanya calo banyak berada di depan venue konser atau di sebuah acara yang mengharuskan seseorang membeli tiket.
Calo biasanya akan membeli tiket yang disediakan pihak penyelenggara dalam jumlah banyak dan kemudian dijual lagi dengan harga yang lebih mahal. Upaya para calo untuk membeli tiket konser dan hingga sold out dengan cepat, membuat kesal dan marah orang yang ingin mendapatkan tiket.
Aturan Hukum Terkait Calo Tiket Konser
Baca Juga: Berawal Dari Kalah War Tiket, Begini Kronologi Kasus Penipuan Tiket Konser Coldplay
Dengan modus calo tiket yang memborong tiket hingga habis, menimbulkan banyak pertanyaan mengenai sanksi hukum yang bisa saja dijerat untuk para calo.
Sayangnya, belum ada aturan yang bisa menjerat para calo yang membeli tiket dengan identitas asli. Pada dasarnya, seseorang yang ingin membeli tiket, salah satunya adalah tiket konser memerlukan kartu identitas sebagai tanda pengenal.
Kartu identitas yang digunakan adalah KTP dan SIM. Selama ia membeli tiket dengan menggunakan kartu identitas yang asli, maka tiket tersebut adalah asli, orang tersebut tidak dapat dipidana meski profesinya adalah calo.
Namun, ada aturan yang menjelaskan calon yang menjual tiket palsu. Dilansir dari Misael and Partners, dijelaskan pada Pasal 263 ayat (2) Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur bahwa: “Diancam dengan pidana yang sama (penjara paling lama enam tahun), barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-seolah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian.”
Sementara itu, mengenai calo yang menggunakan kartu identitas palsu untuk membeli tiket, Pasal 264 ayat (2) menerangkan, “Diancam dengan pidana yang sama barang siapa dengan sengaja memakai surat tersebut dalam ayat pertama, yang isinya tidak sejati atau yang dipalsukan seolah-olah benar dan tidak dipalsu, jika pemalsuan surat itu dapat menimbulkan kerugian.”
Selain itu, jika calo tiket konser menjual tiket palsu maka hukuman dan sanksi yang dikenakan bisa lebih jelas. Sebab praktik ini sudah dapat dikatakan sebagai penipuan.
Menurut hukum Indonesia, penipuan dan calo tiket dianggap sebagai tindak pidana. Berikut adalah hukuman atau sanksi yang mungkin diberikan berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku:
- Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur tentang penipuan. Jika seseorang terbukti melakukan penipuan, maka dapat dikenai hukuman pidana penjara paling lama 4 tahun.
- Calo tiket juga melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Berdasarkan undang-undang ini, calo tiket dapat dikenai sanksi administratif berupa denda hingga penutupan usaha.
- Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Nomor PM.74/HK.501/MPEK/2020 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penjualan Tiket Acara Hiburan.
Peraturan Parekraf Nomor PM.74/HK.501/MPEK/2020 ini mengatur pengawasan dan pengendalian penjualan tiket acara hiburan. Calo penipuan tiket juga melanggar peraturan ini karena melakukan penjualan tiket tanpa izin resmi atau memperjualbelikan tiket palsu.
Sanksi yang dapat diterapkan berdasarkan Peraturan Parekraf meliputi penutupan sementara atau permanen tempat penjualan tiket yang melanggar peraturan, pembatalan izin usaha, atau denda administratif.
Nah, itulah aturan yang mengatur tentang pasal yang bisa menjerat calo tiket konser yang dapat kamu ketahui. Semoga informasi di atas bermanfaat dan menjawab pertanyaan apakah calo tiket konser bisa dipidana atau tidak.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
-
Berawal Dari Kalah War Tiket, Begini Kronologi Kasus Penipuan Tiket Konser Coldplay
-
Pemeran dalam Video Syur 47 Detik Mirip Rebecca Klopper Masuk Kategori Zina? Simak Penjelasannya
-
Koban Modus Jastip Pasutri Didominasi dari Jabodetabek, Ada yang Sampai Rugi Rp32 Juta
-
Jerat Pidana yang Menghantui Pasutri Penipu Tiket Konser Coldplay: Terancam 5 Tahun Bui
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
Terkini
-
Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
-
Eks Menkumham hingga Ketua MK Ajukan Amicus Curiae Bela Tian Bahtiar, Singgung Kebebasan Pers
-
Putus Rantai Stunting, PAM JAYA Bekali Ibu di Jakarta Edukasi Gizi hingga Ketahanan Air
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
SBY Bawakan Lagu Hening di Perayaan Imlek Demokrat: Izinkan Seniman Ini Bicara
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
KPK Minta Menag Nasaruddin Umar Klarifikasi Jet Pribadi OSO: Jangan Tunggu Dipanggil
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
-
Latih Operator Dinsos Cara Reaktivasi BPJS PBI, Kemensos Pastikan Pengajuan Bisa Sehari Selesai
-
Respons Teror ke Ketua BEM UGM, Mensesneg: Kritik Sah Saja, Tapi Kedepankan Adab Ketimuran