Suara.com - KPK kembali mengungkap kasus baru di tubuh kementerian. Kali ini, pejabat Kementerian Sosial diduga terlibat dalam kasus korupsi beras. Penyelidikan dilakukan KPK dengan melakukan penggeledahan di kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat pada Selasa, (23/05/2023) kemarin.
Kasus dugaan korupsi beras yang terendus dilakukan oleh pejabat Kemensos pun dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Ali Fikri.
"Iya memang benar (ada penggeladahan). Kasusnya korupsi beras," ujar Ali Fikri pada Selasa, (23/05/2023) lalu.
Kasus korupsi yang terjadi di Kemensos ini bukanlah kasus pertama yang terungkap. Publik sebelumnya pernah dihebohkan dengan kasus korupsi bansos yang melibatkan mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara.
Lalu, seperti apa dua kasus korupsi besar yang pernah terjadi di Kemensos ini? Simak inilah selengkapnya.
Kasus bansos Covid-19
Program bantuan sosial (bansos) dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia di situasi genting penyebaran virus Covid-19 dicederai dengan kasus korupsi di dalamnya.
Menteri Sosial Juliari Peter Batubara pun terbukti bersalah dalam kasus ini. Nilai bansos ini berjumlah kurang lebih Rp 5,9 triliun yang akan diberikan dengan total 272 kontrak. Pelaksanaan penyaluran bantuan ini pun direncanakan dilakukan sebanyak dua periode.
Juliari yang mengetahui adanya penyaluran bansos ini pun turut menerima fee dari pejabat pembuat keputusan, yaitu Adi Wahyono dan Matheus. Penyedia bansos yaitu PT RPI diketahui merupakan milik Matheus, sehingga korupsi ini dilakukan secara kerjasama dan melibatkan Juliari sebagai pemangku jabatan.
Baca Juga: Kantor Kemensos Digeruduk KPK, Dugaan Korupsi Bansos Kembali Terulang
Dalam penyelidikan kasus ini, Juliari diketahui menerima uang sebesar Rp 8,2 miliar. Akibat hal ini, Juliari pun divonis 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.
Kasus korupsi beras
Lagi-lagi, KPK kembali mengendus dugaan korupsi yang melibatkan para pejabat di Kemensos. Setelah melakukan penyelidikan, KPK akhirnya menetapkan 6 orang menjadi tersangka dalam kasus ini.
Kasus korupsi beras ini diduga dilakukan oleh para pejabat Kemensos bersama satu pihak swasta yang diduga sebagai vendor penyaluran. 6 orang tersangka ini pun dicegah KPK untuk ke luar negeri demi mendalami kasus dan peran mereka.
Diduga, para tersangka ini memalsukan data penyaluran bantuan beras sehingga merugikan negara. Namun, KPK masih mendalami angka pasti dalam kasus korupsi beras ini.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Kantor Kemensos Digeruduk KPK, Dugaan Korupsi Bansos Kembali Terulang
-
Respons Risma Usai Kantornya Diobok-obok KPK: Soal Bansos Saya Ikuti Perintah Presiden Jokowi, Clear Ya!
-
Geledah Kantor Kemensos Atas Dugaan Kasus Korupsi Bansos Beras, KPK Temukan Sejumlah Barang Bukti Ini
-
KPK Obok-obok Gedung Kemensos, Sita Sejumlah Barang Bukti Terkait Korupsi Bansos Beras
-
Geledah Kantor Kemensos, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Dugaan Korupsi Bansos Beras
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?
-
Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika
-
Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia
-
Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?
-
Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel
-
Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus
-
Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara
-
Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan
-
Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita
-
Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong