Suara.com - Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan protes warganet soal trotoar di depan kawasan Kantor Kedutaan Besar Amerika Selatan (AS) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Pasalnya, trotoar yang seharusnya menjadi akses pejalan kaki menuju ke arah Jalan M.H Thamrin atau Jalan Medan Merdeka ditutup dengan kandang kawat dan beton batu.
Hal ini jelas merenggut hak pejalan kaki yang seharusnya bisa memanfaatkan trotoar tersebut. Protes ini pun meledak di media sosial dan menjadi perhatian publik. Lalu, apa sebenarnya larangan ini dan bagaimana reaksi para wargenet? Simak inilah selengkapnya.
1. Warga protes harus jalan di bahu jalan
Protes ini pun muncul ketika ada beberapa warga yang merasa dirugikan atas penutupan trotoar tersebut. Setiap pejalan kaki yang harus melewati jalan di depan Kedubes AS, mereka terpaksa harus menggunakan bahu jalan karena tak ada jalur pejalan kaki.
Hal ini pun dianggap membahayakan banyak pihak. Mereka juga merasa dalam bahaya jika berjalan di bahu jalan.
2. Trotoar ditutupi beton dan kandang kawat
Trotoar sepanjang jalan Medan Merdeka Selatan tersebut pun ditutup dengan beton baru berwarna-warni dan dilengkapi dengan kandang kawat di ujung trotoar. Hal ini juga menyulitkan warga karena kehilangan akses pejalan kaki.
3. Ahok sempat ungkap akan buka trotoar kedubes AS
Baca Juga: Puja-puji Dubes AS untuk Presidensi dan KTT G20 Indonesia
Protes warga terhadap penutupan trotoar ini juga sempat ditindaklanjuti oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di tahun 2012.
Ahok sempat mengungkap akan berkoordinasi dengan Kedubes AS agar trotoar bisa digunakan warga sebagaimana mestinya. Namun, hingga kini trotoar tak kunjung dibuka.
4. Sempat diusir petugas saat duduk
Tak hanya trotoar yang ditutup, menurut salah satu warganet bernama Arief pun mengungkap pengalamannya yang sempar diusir oleh petugas Kedubes saat duduk di kursi panjang di belakang Kedubes AS. Ia mendadak didatangi oleh petugas Kedubes dan diminta untuk tidak duduk di kursi tersebut. Hal tak menyenangkan ini pun dibagikan Arief di media sosial miliknya.
5. Alasan Kedubes AS tutup trotoar
Munculnya banyak protes terhadap pemerintahan AS membuat Kedubes AS akhirnya memutuskan untuk menutup akses pejalan kaki dengan harapan mencegah serangan dan protes masyarakat. Hal ini juga dianggap sebagai inklusivitas dari negara AS.
Berita Terkait
-
Kedubes AS Beri Hibah Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Pada Medco Energi
-
Kedubes AS Buka Lowongan Kerja, SMA Bisa Lamar
-
Tak Hanya Militer dan Ekonomi, AS Berniat Perkuat Investasi di Bidang Kebudayaan
-
AS Setujui Hibah 649 Juta Dolar untuk Peningkatan Infrastruktur Transportasi dan Logistik
-
Puja-puji Dubes AS untuk Presidensi dan KTT G20 Indonesia
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Prabowo Subianto dan Luhut Binsar Pandjaitan Bahas Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi
-
Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama
-
KRL Mati Listrik di Lintas KebayoranSudimara, KAI Commuter Sebut Gangguan Gardu PLN
-
Dony Oskaria: Karyawan BUMN Harus Aktif Jelaskan Kebijakan Negara ke Publik
-
Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya
-
UU PPRT Disahkan: Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Lagi Pekerja Tanpa Perlindungan
-
Lansia Tewas Tertabrak KRL di Rawa Buaya Jakarta Barat, Identitas Masih Misteri
-
Tak Cuma Berebut Minyak dan Rute Dagang: Siapa Saja Kubu yang Berebut Uranium Iran?
-
BNI Dorong Kesetaraan Gender, Perkuat Peran Perempuan di Dunia Kerja dan Masyarakat
-
Panas! Iran Siaga Penuh Antisipasi Serangan Amerika Serikat