Suara.com - Seorang pendaki gunung asal Malaysia, Revichandran menjadi bulan-bulanan netizen setelah dirinya tak mau berterima kasih kepada sherpa yang menyelamatkannya dari kematian akibat kedinginan di Everest. Padahal, gaji sherpa Everest yang cukup tinggi ditinggalkan begitu saja demi menyelamatkan nyawa Revi.
Sherpa merupakan sebutan bagi pemandu pendakian di Everest, gunung tertinggi di dunia. Nama ini berasal dari nama suku Sherpa yang pada awalnya bermigrasi dari Tibet ke Nepal dan kemudian menekuni profesi sebagai pemandu para pendaki ke puncak gunung tertinggi di dunia tersebut.
Pada awal Everest dibuka untuk umum, orang-orang Sherpa asli lah yang menuntun para pendaki sampai ke puncak. Tak hanya itu, mereka juga bertindak sebagai porter, membawakan barang, dan menyewakan yak, sejenis sapi dengan bulu tebal yang biasa digunakan untuk mengangkut barang jika terlalu berat.
Saat ini, Sherpa tidak lagi identik dengan nama suku. Melainkan menjadi sebutan organik bagi pemandu wisata pendakian Everest kendati bukan asli berasal dari Suku Sherpa. Dalam manajemen pendakian yang lebih modern, para pemandu ini juga terhubung dengan agen-agen travel yang membawa turis dari seluruh dunia ke Everest.
Video yang menampilkan Revi dengan pakaian tebal digendong oleh Sherpa bernama Gelje viral di internet. Video tersebut menampilkan aksi heroik Gelje yang menyelamatkan Revi setelah enam jam di zona kematian. Sayangnya, Revi justru berlaku sebaliknya.
Dia tak mau mengakui bahwa dirinya telah diselamatkan oleh Sherpa yang semula bermaksud mengantarkan pendaki Tiongkok ke puncak Everest. Alih-alih mendapat bayaran dari turis yang dipandunya, Gelje justru memilih untuk memutar arah demi menyelamatkan Revi.
Sayangnya, Revi menolak mengakui bahwa Gelje lah yang telah menolongnya yang hampir mati. Namun, setelah mendapat kecaman dari netizen dia mengubah unggahan di Instagram bahwa Gelje Sherpa adalah satu dari banyak orang yang membantunya selamat di Everest.
Gaji Sherpa Everest
Melansir berbagai sumber, para Sherpa di Everest digaji oleh para pendaki berdasarkan waktu pengantaran. Semakin lama mencapai puncak, maka semakin tinggi bayaran.
Baca Juga: Tak Tahu Diuntung, 4 Fakta Pendaki Malaysia Ogah Akui Diselamatkan Sherpa Everest dari Zona Kematian
Apalagi jika Sherpa ini menyediakan paket penyewaan yak untuk membantu mengangkut barang. Puncak Everest hanya bisa didaki oleh pendaki profesional bersertifikat dan membutuhkan waktu kira-kira dua pekan. Untuk pendaki amatir, pendakian hanya sampai ke pos tertentu bisa diselesaikan dalam waktu satu pekan.
Dari hasil menemani para turis pendaki ini, seorang Sherpa senior bisa memperoleh bayaran hingga USD 10.000 atau sekitar Rp140 juta di musim ramai pendakian di pertengahan tahun. Penghasilan akan menurun di musim dingin atau bagi Sherpa yang tidak berpengalaman.
Nah, itulah bocoran gaji sherpa Everest yang rela bertaruh nyawa demi menyelamatkan orang lain.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Bermain di Liga Korea, Asnawi Mangkualam Blak-blakan Hanya Digaji Sedikit, Lebih Besar di Indonesia
-
Rincian Gaji Ke-13 2023 untuk PNS dan Pensiunan, Sudah Cair?
-
Tak Tahu Diuntung, 4 Fakta Pendaki Malaysia Ogah Akui Diselamatkan Sherpa Everest dari Zona Kematian
-
Apa Itu Sherpa? Ini Sosok Penyelamat Pendaki Malaysia di Everest yang Tak Diakui
-
Trending di Twitter, Inilah Sherpa dan Pekerjaannya
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?