Suara.com - Hubungan antara PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat memang tidak baik sejak lama. Keduanya saling mengganggap musuh selama bertahun-tahun, tak terkecuali di setiap waktu Pemilihan Umum (Pemilu). Lantas, bagaimana perjalanan rivalitas dua partai ini?
Perseteruan politik kedua partai itu sebetulnya berawal dari konflik personal antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri. Tepatnya saat SBY masih menjabat Menko Polkam di masa pemerintahan Presiden Megawati pada tahun 2001.
Kala itu, SBY diketahui diam-diam ikut terlibat mendirikan Partai Demokrat. Namun, ia tidak pernah mengatakannya kepada Presiden Megawati. Ketika ditanya soal posisi dirinya di partai baru apakah sebagai ketua umum atau bukan, SBY tak memberikan jawaban yang pasti.
Lalu, sebelum masa kampanye Pemilu 2004, SBY memutuskan untuk mundur dari jabatan menteri. Alasannya, karena ia merasa kewenangannya sudah diambil-alih oleh presiden. Ia kemudian mengaku bahwa hubungannya dengan Megawati memang masih berjarak.
SBY pun memenangkan Pemilu 2004 mengalahkan Megawati yang maju bersama Hasyim Muzadi dan menjabat presiden selama dua periode. Saat itu pula, Megawati tidak pernah hadir dalam perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara. Ia memilih memimpin upacara di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Sikap serupa turut dilakukan SBY usai dirinya lengser dari pemimpin RI. Kala itu, PDIP menjadi partai yang berkuasa usai Jokowi menjadi presiden. SBY pun memilih merayakan Hari Kemerdekaan di kampung halamannya, di Pacitan, Jawa Timur. Namun, pada 2017, mereka bertemu.
Tercatat dalam empat Pemilu terakhir, PDIP dan Demokrat memang selalu berseberangan tanpa pernah terpikirkan untuk berkoalisi. Ketika SBY menjadi presiden, PDIP bahkan memilih berada di luar kabinet. Begitu pun dengan Demokrat saat Jokowi memimpin negeri selama dua periode.
SBY mengatakan bahwa Partai Demokrat lebih memilih bersikap sebagai oposisi atau tak sejalan dengan PDIP. Padahal, ujar dia lebih lanjut, Presiden Jokowi sempat beberapa kali mengajak partainya masuk ke koalisi pemerintahan. Namun, ia memutuskan menolak.
Keributan antara PDIP dan Demokrat kembali terjadi jelang Pilpres 2024. SBY sempat mengatakan bahwa ada kecurangan dalam pemilu saat ini. Hal tersebut kemudian menuai polemik dan direspon oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto. Ia balik menyerang pemerintahan SBY.
Baca Juga: Rekam Jejak AHY di Politik, Pilih Jadi Cawapres Anies atau Ganjar?
Hasto mengatakan jika SBY yang melakukan kecurangan pada Pilpres 2009. Hal ini, jelasnya, terlihat ketika SBY menjabat sebagai presiden dan kembali mencalonkan diri. Sebab, ada kenaikan jumlah suara mendadak sebanyak 300. Lalu, saat tak lagi berkuasa, angka itu menurun drastis.
Potensi Damai di Era Puan dan AHY
Ketidakharmonisan keduanya mulai terhenti terlebih usai Ketua DPP PDIP Puan Maharani membocorkan nama-nama tokoh yang masuk bursa calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo. Di mana salah satunya, terdapat nama Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Pencawapresan, nama kan ada sepuluh. Kalau boleh saya sebut yang ada di media, Pak Mahfud, Pak Erick Thohir, Pak Ridwan Kamil, Pak Sandiaga Uno. Kemudian ada Pak AHY ya? Pak Airlangga kan?," ujar Puan Maharani di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2023).
Kekinian, dikatakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto, ada rencana pertemuan antara Puan Maharani dengan AHY. Keduanya disebut-sebut bakal membahas soal tawaran kerja sama untuk Pilpres 2024. Demokrat pun membenarkan, namun diklaim nanti akan turut dibahas hal penting lainnya.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Tag
Berita Terkait
-
Kursi Cawapres Ganjar Tak Menggoda AHY, Demokrat Justru Minta Satu Hal ke PDIP: Jika Berkenan, Kami Minta Tolong...
-
KPU Segera Tetapkan DPT Pemilu 2024, Masyarakat Bisa Cek Nama Di Sini
-
Rekam Jejak AHY di Politik, Pilih Jadi Cawapres Anies atau Ganjar?
-
Aldi Taher Siap Jadi Wakil Wali Kota Depok Dampingi Kaesang: Jangan Lupa Mas
-
Siap Maju Wali Kota Depok, Kaesang Pangarep Bikin Postingan Puji Istri: Dia yang Jadi Fondasi Mimpi...
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
KPK Bakal Panggil Pihak Terkait Kasus Bank BJB, Termasuk Aura Kasih?
-
Jakarta Diguyur Hujan Deras Lagi: Puluhan RT di Jaksel Kembali Terendam, Petogogan Paling Parah
-
Operasi Senyap Ditresnarkoba Polda Metro: Bongkar Peredaran Etomidate di Jakbar hingga Tangerang
-
Prabowo Fokus Bawa Indonesia Superpower, Jokowi Disebut Mulai Jadi Masa Lalu
-
Mendag Tegaskan Larangan Impor Pakaian Bekas, Ini Alasan Kuat di Baliknya!
-
Berkas Dilimpahkan, Jaksa Tahan WN China Tersangka Pencurian Listrik Tambang Emas Ilegal
-
Cak Imin dan Jajaran PKB Bertemu Tertutup dengan Presiden Prabowo, Ada Apa?
-
KPK Ungkap Ambil Informasi dari Medsos soal Ridwan Kamil, Singgung Isu Aura Kasih?
-
Titik Balik Diplomasi RI: Pengamat Desak Prabowo Buktikan Kedaulatan Lawan 'Gertakan' Donald Trump
-
KPK Bongkar Peran Tim 8, Timses Bupati Pati Sudewo dalam Dugaan Pemerasan Caperdes