Pondok Pesantren Al Zaytun yang berlokasi di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat digeruduk massa pada hari Kamis (15/6/2023) dan menjadi sorotan. Aksi tersebut pun menjadi perbincangan warganet di media sosial.
Dari unggahan akun Twitter @tukangrosok22, terdapat sejumlah aparat kepolisian yang mencoba menghadang massa dengan menggunakan pagar besi. Tampak dua ekor anjing yang dipersiapkan untuk berjaga-jaga apabila terjadi keributan.
Adapun massa yang datang menghadang diperkirakan mencapai ribuan orang. Massa memadati halaman yang depan Ponpes Al-Zaytun.
Mereka berdatangan untuk menuntut aparat hukum agar segera mengusut tuntas dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh pimpinan ponpes.
Sebelumnya, Ponpes Al-Zaytun juga menjadi sorotan karena Ken Setiawan membongkar praktik menyimpang yang dilakukan oleh Ponpes Al-Zaytun. Ken menyebut bahwa para santri dilarang berzina bahkan berpacaran sekaligus. Namun anehnya perbuatan tersebut diperbolehkan apabila pelaku memiliki kekayaan untuk menebus dosa zina.
Lantas, seperti apakah perjalanan panjang dari Ponpes Al-Zaytun tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Sejarah Ponpes Al-Zaytun
Mantan Menteri Peningkatan Produksi NII mengungkapkan asal-usul Pesantren Al-Zaytun. Disebutkan bahwa setelah pembebasan lahan selesai dilakukan, yayasan Al-Zaytun didirikan pada 2 Januari 1994.
Pondasi pertama diletakkan pada tahun 1996, dan pada 1999 pesantren tersebut diresmikan langsung oleh Presiden BJ Habibie.
Baca Juga: Ajarannya Makin Menyimpang, MUI Indramayu Tegas Larang Warga Belajar di Pondok Pesantren Al Zaytun
Kemudian, dijelaskan bahwa Al-Zaytun ini merupakan program dari Negara Islam Indonesia (NII) Komandemen Wilayah 9 untuk kaderisasi pendidikan formal Al-Zaytun.
Al-Zaytun mempunyai gedung yang mewah karena sejak awal dana pembangunannya adalah obligasi dengan total 350 miliar.
Kontroversi Ponpes Al-Zaytun
Ponpes Al-Zaytun ini terkenal dengan ajarannya yang menuai kontroversi karena dianggap menyimpang. Berbagai pihak turut mengomentari soal Ponpes yang dipimpin oleh Panji Gumilang tersebut.
Sekretaris MUI Jawa Barat Rafani Achyar menyebut, MUI Jabar sangat responsif sejak banyaknya aduan dari masyarakat terkait dengan Ponpes Al-Zaytun. Namun, ia menyebut pihak pesantren justru tidak kooperatif.
Ia juga menjelaskan terkait dengan fatwa yang biasa dikeluarkan oleh MUI apabila terjadi suatu permasalahan pada urusan agama. Ia menilai tidak mudah untuk MUI mengeluarkan fatwa berkaitan dengan Al-Zaytun. Hal tersebut dikarenakan MUI harus terlebih dahulu menjalani beberapa prosedur.
Berita Terkait
-
Ajarannya Makin Menyimpang, MUI Indramayu Tegas Larang Warga Belajar di Pondok Pesantren Al Zaytun
-
Rentetan Kontroversi Ponpes Al Zaytun dan Panji Gumilang: Ngaku Komunis, Nyanyi Lagu Yahudi
-
Di demo, Massa Ponpes Al Zaytun Indramayu Nyanyikan Lagu Berbahasa Yahudi, Netizen: Lama-lama Israel Muncul di Sini
-
Punya Fasilitas Mewah, Biaya Masuk Ponpes Al Zaytun Indramayu Gunakan Dolar
-
Meragukan Kebenaran dari Al-Quran, Ini Deretan Kontroversi Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Terkini
-
Polisi Periksa PT Vinfast Auto hingga Green SM, 36 Saksi Digeber Bongkar Tragedi KRL Bekasi!
-
7 Fakta Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Korban Diduga Capai 50 Santriwati
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kronologi Waketum PSI Bro Ron Dipukul Orang Tak Dikenal, Pelaku Kini Mendekam di Polsek
-
Bela Nasib Karyawan Malah Dipukul, Polisi Ciduk 2 Pelaku Penganiaya Waketum PSI Bro Ron
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Putus Rantai Tawuran, Pemkot Jaksel Bangun Gelanggang Olahraga di Manggarai
-
Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas
-
Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya
-
KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa