Suara.com - Sekelompok pemuda mengatasnamakan Bersama Prabowo (Bepro) mendeklarasikan dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Mereka menargetkan suara dari kalangan generasi milenial hingga Gen Z.
Koordinator tim relawan Prabowo, Fauzi Baadilah menilai kehadiran Bepro akan semakin memperkuat basis dukungan anak muda kepada Prabowo.
"Kami sudah bertukar ide dan banyak hal yang sudah kita diskusikan. Kami memerlukan dukungan dari kawan-kawan muda yang sefrekuensi untuk memperkuat dukungan terhadap Pak Prabowo," kata Fauzi di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (15/7/2023).
Fauzi mengaku telah mengingatkan kepada anak-anak muda tersebut untuk meninggalkan gaya-gaya lama kampanye yang berpotensi menimbulkan polarisasi. Sekaligus meminta Bepro ke depannya dapat menyuguhkan kampanye-kampanye yang kreatif.
"Kita harus mendukung Pak Prabowo secara fun, kreatif. Kita hindari gaya-gaya lama, black campaign, kita yang muda-muda harus menggeser itu semua," ujarnya.
Sementara Ketua Umum Bepro, Puti Annisa memastikan kelompoknya akan melakukan serangkaian kampanye dengan cara kekinian. Harapannya, dapat menggerakkan hati kalangan anak muda untuk bisa memilih Prabowo.
"Jangan sampai kita pakai cara 'ayo pilih Prabowo'. Jangan cuma melakukan janji janji semata. Kita perlu sesuatu yang menggerakkan hati mereka supaya kita bantu mereka," ungkap Puti.
Dalam acara deklarasi tersebut, turut hadir sejumlah politisi Partai Gerindra. Beberapa di antaranya, Wasekjen DPP Partai Gerindra Kawendra Lukistian, Wasekjen DPP Partai Gerindra Vasco Ruseimy, Kepala Sekretariat Pemenangan Prabowo Ricky Tamba, Wakil Ketua Relawan Pendukung Prabowo Haris Rusli Moty.
Baca Juga: Usulkan Mahfud MD Jadi Bacawapres, Projo NTB Dukung dan Siap Menangkan Prabowo di Pilpres 2024
Berita Terkait
-
Ditanya Kemungkinan Maju Jadi Cawapres, Erick Thohir: Jangan Jauh-jauh, Pikir Saja Ke Depan Dulu
-
Inikah Program Rahasia Prabowo Subianto yang Akan Mengubah Nasib Bangsa?
-
Usul Makam Pangeran Diponegoro Dipindahkan, Prabowo Subianto Dinilai Semakin Berbahaya
-
Polemik Makam Pangeran Diponegoro Dipindah: Diusulkan Prabowo, Ditolak Keluarga dan Sultan HB X
-
Akbar Faizal Todong Anies, Ganjar, dan Prabowo Bersuara Soal Pencopetan dalam Kasus BTS
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar